oleh

Di Muna Barat, LaNyalla: Memangnya Kenapa Saya Calon Presiden?

MUNA BARAT, TIMORline.com-Pernyataan bernada tantangan dilontarkan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam kunjungannya di Kabupaten Muna Barat Propinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (18/11/2021).

Di hadapan rombongan senator yang bersamanya dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Muna Barat, LaNyala bilang, “Kalau kemudian saya mencalonkan diri menjadi Presiden, memangnya kenapa, kalau tujuan kita untuk Indonesia yang lebih baik, untuk kesejahteraan rakyat?”

Atas pandangan yang demikian, DPD RI yang saat ini diketuainya, mendorong Amandemen Konstitusi ke-5 agar ada calon perseorangan. “DPD RI bisa menjadi saluran pencalonan tersebut. Sebab, calon perseorangan itu sebenarnya konstitusional. Karena hak dasar warga untuk memilih dan dipilih. Makanya kita dorong Amandemen ke-5”, tandas LaNyalla.

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dan rombongan senator diterima secara adat di Kabupaten Muna Barat Propinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (18/11/2021). (Foto: Istimewa).

LaNyalla menjelaskan, Amandemen 1 sampai 4 UUD 1946 membuat partai politik menjadi satu-satunya yang bisa menentukan arah bangsa ini. Termasuk mereka bisa mencalonkan pemimpin bangsa.

“Itu namanya tidak adil. Entitas civil society yang merupakan non partisan atau non parpol juga harus mempunyai ruang dan hak yang sama untuk ikut menentukan arah perjalanan bangsa ini,” ungkapnya.

LaNyalla juga menyinggung Tujuh Titah Raja dan Sultan Nusantara. Ia akan memperjuangkan agar kerajaan dan kesultanan mendapat perhatian dari negara.

“Sultan dan Raja Nusantara yang mendirikan negara ini. Tapi mereka kemudian terpinggirkan dan kalah sama partai politik yang datang belakangan,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu juga sempat meninjau pelaksanaan vaksinasi di bandara. “Saya apresiasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan bersama BIN. Bahkan, 30 persen vaksinasi dan juga menyasar anak-anak dan pelajar,” katanya.

Aspirasi mengenai RUU Daerah Kepulauan juga dibahas. Ketua DPD RI mengatakan akan tetap berusaha mendorong hal itu.

Baca Juga:  Silaturahmi dengan HAPSI, Ketua DPD RI: Kesenjangan Pusat-Daerah dan Kota-Desa sangat Miris

“RUU Daerah Kepulauan sudah masuk Prolegnas. DPD RI juga sudah berkoordinasi dengan delapan gubernur yang tergabung dalam Badan Kerjasama Daerah Kepulauan. Kita terus mengejar hal itu dan selalu dipantau oleh Komite I DPD RI,” katanya.

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dan rombongan senator saat tiba di Bandara Sugimanuru, Muna Barat. Rombongan disambut Bupati Muna Barat Achmad Lamani, Ketua DPRD Muna Barat Wa Ode Siti Sariani dan jajaran Forkopimda Kabupaten Muna Barat. (Foto: Istimewa).

Bupati Muna Barat Achmad Lamani sependapat dengan LaNyalla. Dirinya membangun wilayah dengan pendekatan budaya bersama dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat yang tergabung dalam Lembaga Adat Muna Barat.

Achmad Lamani juga berterimakasih kepada DPD RI yang menginisiasi RUU Daerah Kepulauan, yang diyakini akan mempercepat pembangunan Muna Barat.

“Oleh karena itu kami berharap DPD RI juga mendorong RUU Kepulauan untuk segera disahkan DPR dan pemerintah karena sangat penting,” katanya.

Disampaikan juga oleh Bupati Ahmad bahwa sejak awal pandemi Covid, Muna Barat menjadi zona hijau.

Saat ini sudah zero kasus, tetapi kami tetap mempercepat pelaksanaan vaksinasi,” demikian Bupati Ahmad.

LaNyalla dan rombongan senator tiba di Bandara Sugimanuru, Muna Barat disambut langsung Bupati Muna Barat Achmad Lamani, Ketua DPRD Muna Barat Wa Ode Siti Sariani dan jajaran Forkopimda Kabupaten Muna Barat. LaNyalla dan rombongan dikalungi kain khas Muna Barat dan disambut dengan silat adat Muna Barat.

Dalam kunjungan ini, LaNyalla didampingi senator Andi Muh. Ihsan dan Lily Amelia Salurapa (Sulsel), Djafar Alkatiri (Sulut), Habib Ali Alwi (Banten), Andi Nirwana, Wa Ode Rabia Al Adawiya dan Amirul Tamim (Sultra), Fachrul Razi (Aceh) dan Sekjen DPD RI Rahman Hadi.

Hadir juga para tokoh masyarakat dan tokoh adat yang tergabung dalam Lembaga Adat Muna Barat. (*/TL)

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar