oleh

Seorang Gadis Dianiaya Sebuah Keluarga di NTT, Salah Satu Pelakunya Siswi SMA Ternama

KUPANG TIMORline.com-Seorang gadis dikeroyok sebuah keluarga. Diduga kuat tempat kejadian perkara (TKP)-nya di Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Keluarga itu terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak perempuan. Peristiwa ini diperkirakan terjadi tiga hari sebelumnya.

Perbuatan keluarga ini terekam video amatir Elvis Jeverson Lado yang diunggahnya di akun facebook pribadinya dan di akun grup facebook: viktor lerik bebas bicara bicara bebas.

Dari video tersebut, terlihat si gadis dipukul, ditendang dan dicambak rambutnya oleh pelaku si ibu dan anak perempuannya. Anak perempuan itu malahan masih memakai seragam sekolah kuning muda-biru laut. Dari warna seragam, anak perempuan ini salah satu siswi SMA ternama di Kota Kupang.

Selain dipukul, ditendang dan dicambak rambutnya, si ibu pelaku dan anak perempuannya juga mencaci-maki si gadis.

Si gadis mencoba melakukan perlawanan terhadap para pelaku terutama anak perempuan yang masih berseragam sekolah. Tetapi, si gadis malahan dikerubuti dua pelaku mama-anak, menyusul sang bapak.

Dari Channel Youtube Metro Timor, diketahui sang mama melontarkan kata-kata kotor kepada korban sebagai perempuan yang tidak patut didengar.

Sambil menunjukkan sandal, si mama bilang, “Lu pung harga diri ada di bawah beta pung sandal. Beta pu sandal lebih berharga daripada lu pung harga diri”.

Sang bapak berusaha melerai dengan cara menolak korban menjauh. Karena tidak menjauh, korban ditarik-tarik tangannya.

Lalu, si bapak bilang, “Ade, kita ini keluar masuk penjara“. Hanya terdengar suara perempuan lain mengatakan, “Sudah bapak. Sudah bapak”.

Sedangkan si mama bilang, dia punya sandal lebih berharga daripada harga diri korban.

Peristiwa ini mendapat tontonan banyak warga. Dua pemuda yang tampak berusaha menolong korban, ditunjuk-tunjuk dan didorong sang bapak. Dua pemuda itu kemudian pergi.

Baca Juga:  Pasar Perbatasan Motamasin-Malaka Dibuka untuk Indonesia dan Timor Leste

Respon netizen beragam atas kejadian ini. Agustinus Brewon, misalnya, mengaku sangat prihatin.

Prihatin. Kita belajar dari kejadian ini.

Orang tua perlu belajar.
Belajar mengendalikan diri.
Belajar mendidik nilai-nilai saling menghargai.
Belajar menanamkan Nilai-nilai anti kekerasan.
Cukup sudah rantai kekerasan ini. Hentikan mulai dari rumah kita masing-masing.
Hentikan kebiasaan melakukan kekerasan melalui kata kata.
Tentu tidak mudah. Kita yang lebih tua jangan sombong, mari rendah hati untuk selalu belajar“.

Nona Lyla, netizen lainnya, bilang:
Dimana mana org2 jaga dy pu aib , ini baptua blg su biasa keluar masok penjara org sapa snd kenal. memalukan , nama su tai di penjara ju bangga nih.
Mamtua yg blg sandal lebe mahal dari hargaa diri snd kebalikan ko , orangtua ke lu yg harga diri snd ada. masa papoko ana kici pake ajak keluarga. bt rasa mental snd enak”.

Cinta Kristine Lie, berkomentar,
Sekolah tindak lanjuti dolo, apale maki orang dimuka umum ni bar pake pakaian sekolah model begitu kek mencoreng nama baik sekolah.
Kira sekolah ada ajar begitu na”.

Isto Baly Rato, netizen lainnya hanya berkomentar singkat, “Sadisssss“.

Sedangkan Aristo bilang, “Lapor polisi saja tu orang tua”.

Hingga berita ini ditayangkan, belum teridentifikasi nama-nama para pelaku dan korban.

Di akun facebook Elvis Jeverson Lado, hingga Minggu (14/11/2021) pukul 14.35 Wita, video ini sudah mendapat 857 komentar, 736 kali dibagikan dan 402 suka.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar