oleh

Indonesia Mencari 1000 Polisi Baik yang Tidak Pernah Pungli

JAKARTA, TIMORline.com-Indonesia mencari 1000 Polisi Baik yang tidak pernah melakukan pungutan liar (Pungli).

Program ini diinisiasi Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN-PPWI) bekerjasama dengan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka HUT PPWI ke-11 yang jatuh pada 11 Nopember 2021. Dalam Acara tersebut, DPN-PPWI juga akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Pewarta Warga (International Conference on Citizen Journalism).

Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, SPd, MSc, MA melalui rilis yang dikeluarkan Sekretariat Nasional PPWI kepada berbagai media di tanah air, Sabtu (09/10/2021), menjelaskan, dalam HUT PPWI tahun ini, DPN PPWI bersama Pengurus PPWI di daerah dan cabang serta kantor perwakilan PPWI di negara sahabat akan menggelar Konferensi Internasional Pewarta Warga.

Alumni PPRA-48 Lemhanas RI Tahun 2012 itu mengatakan, thema yang diangkat dalam HUT kali ini, yakni ‘Pewarta Warga Menyatukan Bangsa, Mendamaikan Dunia’.

Dari tema besar ini, Panitia Pelaksana kegiatan mengambil sub tema: ‘Melalui Peringatan HUT PPWI Tahun 2021, Kita Tingkatkan Kesadaran Berbagi Informasi yang Benar, Baik, dan Bermanfaat bagi Sesama’.

Lulusan Pasca Sarjana Bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris mengatakan, ProgramIndonesia Mencari 1000 Polisi Baik’, salah satu kategorinya tidak pernah melakukan pungli.

Hal ini merupakan upaya memberantas tindakan pungli yang sedang diprogramkan pemerintah sesuai ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 Tahun 2016 tentang Saber Pungli.

Menurut Wilson, pungli adalah perilaku yang sama 11-12 dengan korupsi. Bedanya, korupsi mengambil uang rakyat yang tersimpan di APBN, sementara pungli mengambil uang rakyat dari kantong rakyat.

Baca Juga:  Hari Nasional Kerajaan Maroko Dirayakan secara Online

“Keduanya adalah tindak pidana yang tidak boleh dilakukan pengelola negara yang adalah pelayan masyarakat,” tegas Tokoh Pers Nasional yang selalu membela rakyat tertindas.

Wilson menjelaskan, pungli dan korupsi merupakan penyakit berbahaya yang selama ini menjadi pandemi terselubung di bangsa ini. Sehingga, Indonesia tidak mampu mencapai tujuan hidupnya, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

“Setiap Pewarta Warga bertanggungjawab untuk mengawasi agar lingkungan masing-masing steril dari penyakit pungli dan korupsi,” pesannya.

Untuk itu, dalam mensukseskan programIndonesia Mencari 1000 Polisi Baik’, setiap warga masyarakat dapat mengajukan maksimal 3 orang Polisi Baik yang dikenalnya dengan baik, mengetahui secara detail sifat, perilakundan karakter polisi yang diajukannya, dan sanggup mempertanggungjawabkan pilihannya itu (minimal bertanggungjawab moral).

Polisi Baik yang diajukan warga masyarakat pun diharapkan tidak diketahui oleh yang bersangkutan.

Berikut beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:
1. Anggota Polisi Republik Indonesia yang masih aktif (Polki dan Polwan);
2. Bertugas di manapun, di unit dan satuan kerja manapun, di internal Institusi Polri maupun di luar Polri, di seluruh wilayah Indonesia maupun di luar negeri;
3. Telah bertugas minimal 5 tahun sebagai anggota Polisi Republik Indonesia;
4. Tidak pernah melakukan kriminalisasi wartawan, pewarta warga dan masyarakat umum, terkait dengan unggahan karya jurnalisme warga (tulis, foto, image, karikatur, video, meme, dan sejenisnya) non-SARA dan pornografi mereka di media massa, media sosial, maupun di jejaring komunikasi komunitas (WhatsApp group, pesan berantai, pesan pribadi, dan lain-lain);
5. Tidak pernah melakukan tindak pidana pungutan liar (pungli), pemerasan, pemalakan,
perampokan, penipuan dan korupsi (penyalahgunaan uang negara);
6. Tidak pernah melakukan tindak kekerasan, pengancaman, dan intimidasi terhadap siapapun;
7. Sering menolong warga masyarakat di tempat tugas atau di manapun ia berada;
8. Diajukan oleh minimal 3 orang warga masyarakat umum baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
9. Warga yang mengajukan tidak boleh mempunyai hubungan keluarga inti (bapak/ibu, anak/istri, kakek/nenek, kakak/adik) dengan polisi tersebut.

Baca Juga:  Imlek 2572 Kongzili: Momen Memperkuat Solidaritas Sosial

Berikut prosedur pengajuan, di antaranya:
1. Setiap warga masyarakat mengajukan maksimal 3 Polisi Baik.
2. Isi formulir dikirimkan ke Panitia Pelaksana melalui email: polisi.baik.ppwi@gmail.com dengan menyertakan foto Polisi Baik dalam pose pakaian dinas Polri, Foto KTP, dan KTA.
3. Lampirkan foto diri dan foto KTP warga yang mengajukan Polisi Baik dalam email pengajuannya.
4. Pengajuan calon penerima piagam penghargaan Polisi Baik pilihan masyarakat dapat juga dilakukan melalui kontak WA di Nomor 0878-8588-0080 (Mas Ikung), 085772004248 (Mbak Wina), 081371549165 (Shony), atau pesan pribadi di akun Facebook: @Sekretariat PPWI Nasional.
5. Waktu pengajuan dari 01 s/d 30 Oktober 2021 (pukul 23.59).
6. Seluruh proses tidak dipungut biaya.
7. Piagam penghargaan Polisi Baik dalam bentuk hard-copy akan dikirimkan ke alamat Polisi Baik masing-masing dengan biaya pengiriman ditanggung boleh Penerima (COD). (NJK)

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar