oleh

Warga Kobalima-Malaka Diduga Kuat Dikeroyok dan Diancam Pakai Pisau, Keterangan Korban dan Pelaku di Polisi Malahan Searah

NAMFALUS, TIMORline.com-Dugaan pengeroyokan dalam sekejap tersebar luas di Dusun Uarau Desa Babulu Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tidak diketahui pasti apa pemicunya. Tetapi, dugaan pengeroyokan itu berbuntut dengan adanya Laporan Polisi di Polsek Kobalima jajaran Polres Malaka di wilayah hukum Polda NTT.

Dugaannya, Wenseslaus Bria dikeroyok lima orang secara bersama-sama pada Sabtu, 18 September 2021 pukul 15.00 Wita.

Kelima orang itu adalah Polikarpus Toni, Hubertus Asa, Leonarda Bete,
Wendelina Kawa dan Yustina Bete.

Merespon dugaan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kobalima Bripka Emanuel Mesak langsung memanggil Wenseslaus selaku korban untuk dimintai keterangan, menyusul para pelaku.

Kapolsek Kobalima Iptu Abilio Tefa melalui Kanit Reskrim Polsek Kobalima Bripka Emanuel Mesak yang ditemui awak media di Mapolsek Kobalima, Rabu (22/09/2021) siang, menjelaskan kembali apa yang diterangkan Wenseslaus selaku korban dan para pelaku.

Mengutip keterangan korban Wenseslaus, Bripka Emanuel menjelaskan kalau korban tidak dikeroyok.

Korban menerangkan bahwa dia tidak dikeroyok tetapi jatuh saat Polikarpus Toni dan Yustina Bete menarik tangannya. Sebab, saat Polikarpus dan Yustina menarik tangannya, Wenseslaus tidak ada keseimbangan tubuh. Akhirnya jatuh dalam posisi berlutut. Sehingga, telapak tangan kiri bagian belakang dan kedua lututnya lecet”, tandas Bripka Emanuel mengutip keterangan Wenseslaus.

Selama menjadi polisi, menurut Bripka Emanuel, kasus ini adalah kasus pertama yang dia tangani, dengan keterangan korban dan para pelaku searah. Sebab, pada umumnya, keterangan korban dan pelaku saling bertolak belakang. Kasus ini justru beda, keterangan korban dan pelaku malahan searah.

“Kalau keterangan korban dan pelaku searah, mau apalagi. Kembali ke keluarga besar. Kalau memang mau selesaikan secara kekeluargaan, silahkan. Sebab, tidak semua laporan masyarakat di polisi itu diproses secara hukum”, tandas Bripka Emanuel.

Baca Juga:  Rafael Malalangi Akhirnya Dinyatakan Lulus Bintara Polri

Meskipun demikian, kata Bripka Emanuel, laporan korban sudah masuk di Polsek. Sebagai tindak lanjutnya, pihak Reskrim Polsek Kobalima mengeluarkan surat panggilan kepada para pelaku pada Selasa (21/09/2021) untuk dimintai keterangan pada Rabu (22/09/2021).

“Tadi pagi (Rabu, red) mereka datang untuk memberi keterangan di sini (ruang kerja Kanit Reskrim, red). Keterangan mereka sudah diambil dan baru saja keluar dari sini”, jekas Bripka Emanuel.

Wenseslaus Bria selaku korban yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (23/09/2021), mengaku jujur kalau dia tidak dikeroyok para pelaku.

“Saya omong jujur saaa…. Saya tidak dikeroyok. Luka-luka di telapak tangan belakang sebelah kiri dan lutut kiri-kanan bukan dipukul tapi jatuh karena tidak ada keseimbangan tubuh saat saya dengan dua pelaku baku tarik”, kata Wenseslaus.

Wens, begitu akrabnya, mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/09/2021) sekira pukul 15.00 wita. Saat itu, dia sementara duduk bersama-sama dengan Dominggus Kehi dan Egidius Man. Tepatnya di teras rumah milik Dominggus Kehi.

Tiba-tiba, para pelaku datang. Mereka ada lima orang, yaitu Polikarpus Toni, Yustina Bete, Hubertus Asa, Leonarda Bete dan Wendelina Kawa.

Dua orang di antaranya, yakni Polikarpus dan Yustina langsung menuju Wens. Sedangkan tiga orang lainnya hanya berdiri di pagar halaman rumah.

Polikarpus dan Yustina berusaha menarik Wens keluar dari halaman rumah milik Dominggus Kehi. Bahkan, Polikarpus diduga kuat sempat mengancam Wens pakai pisau. Tetapi, Wens terus menghindar.
Ì
Dominggus dan Egidius yang sedari tadi duduk bersama-sama dengan Wens, berusaha mencegah pertikaian yang lebih besar di antara mereka.

Sedangkan tiga orang lainnya, yakni Hubertus Asa, Leonarda Bete dan Wendelina Kawa dari jauh terus mengeluarkan kata-kata kasar dan caci-maki terhadap Wens. Tetapi, Wens diam saja dan berusaha menghindar.

Baca Juga:  Ketua DPRD Malaka Adrianus Bria Seran: Bupati dan Wakil Bupati Malaka Hanya Satu

Tahu ada ribut-ribut, warga sekitar mulai berdatangan. Karena itu, Dominggus dan Egidius mengingatkan mereka supaya berhenti cari masalah. Sebab, mereka diundang datang ke dusun itu bukan untuk cari masalah tapi untuk gali dan mecel tulang-belulang para leluhur.

Sementara Hubertus Asa yang dari tadi berdiri di pagar halaman rumah terus memberi semangat kepada Polikarpus dan Yustina untuk menarik Wens ke luar rumah dan pagar.

Dalam suasana hiruk pikuk seperti itu, kata Wens, dia sempat mendengar kata-kata Polikarpus bernada ancaman.

“Mana dia, mana dia. Bawa si Wens Bria itu ke luar pagar sini supaya saya kasih kering dia punya darah hari ini”, tandas Wens, mengutip kata-kata Hubertus Asa.

Atas peristiwa yang dialaminya, Wens menegaskan, keterangannya sebagai korban dan para pelaku memang searah. Hal ini sudah mereka jelaskan dalam keterangan masing-masing di depan Kanit Reskrim Polsek Kobalima Bripka Emanuel Mesak.

Meskipun demikian, tegas Wens, kasusnya tidak akan diselesaikan secara kekeluargaan. “Saya minta kasusnya dilanjutkan, diproses secara hukum. Mereka keterlaluan”, demikian Wens.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar