oleh

Dosen STKIP Sinar Pancasila-Betun Launching Buku ‘Bahan Ajar Kajian Kurikulum Sekolah’

BETUN, TIMORline.com-Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sinar Pancasila-Betun, Oktaviana M.F.Q Bobe, MPd, Senin (13/09/2021), me-launching buku Bahan Ajar Kajian Kurikulum Sekolah.

Buku ini merupakan hasil karya dosen Program studi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia (PBSI) pada lembaga pendidikan tinggi tersebut.

Oktaviana yang diakrabi Via ini merupakan jebolan Program S2 Universitas Muhammadyah-Malang, Jawa Timur.

Saat acara launching buku di Kampus STKIP Sinar Pancasila, Betun, Via menyampaikan pokok-pokok pikiran alasan utama melahirkan karyanya untuk dunia pendidikan di Rai Malaka.

Via mengungkapkan, perubahan kurikulum dari waktu ke waktu di Indonesia tidak bisa dipungkiri. Pemutakhiran kurikulum yang dilakukan pemerintah dari Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan atau KTSP ke Kurikulum 2013 sudah mempertimbangkan berbagai aspek.

Secara khusus, lulusan S1 Jurusan Bahasa dan Sastra pada Universitas Nusa Cendana Kupang ini menilai, perubahan kurikulum terjadi karena adanya pertimbangan kemerosotan karakter bangsa. Kurikulum KTSP yang lebih mengarah pada penilaian subjektif dipandang perlu dimutakhirkan  dengan memperhatikan karakter peserta didik.

“Kita sudah beralih dari KTSP ke kurikulum 2013. Kalau dulu yang dilihat guru anak didik pintar saja tanpa melihat karakter. Tapi dalam kurikulum 2013 ini selain yang dilihat pintar tapi juga guru menilai karakter,” katanya.

Di hadapan peserta kegiatan mahasiswa Program Studi Geografi dan Bahasa Indonesia, Via menegaskan, bukunya diterbitkan pada 23 Agustus 2021 di Yogyakarta.

“Alasan saya memberi tajuk buku ini karena saya melihat  kurikulum itu penting dalam memandu pembelajaran di kelas. Apalagi minimnya pengetahuan guru soal kurikulum 2013. Saya berharap buku perdana ini menjadi pegangan para guru,” beber dara campuran Malaka-Timor Leste ini.

Baca Juga:  Petrus Selestinus 'Ajari' Fadli Zon yang Asbun Soal Tindakan Densus 88 Terhadap Munarman

Adapun keunggulan buku ini, jelas Via, dikemas secara detail dan  ringkas sebanyak 42 halaman.  Tidak bertele-tele dan mencantumkan contoh RPP K13 dan menjelaskan tentang pendekatan saintifik.

Buku ini diterbitkan Penerbit Deepublish pada 2021 dan bersertifikat dengan Nomor ISBN 978 – 623 – 02 – 3261- 9. Memang sangat selektif oleh  penerbit sebelum diterbitkan  apakah plagiat atau karya original,” kata Via.

Di penghujung pemaparan bukunya, Via memberikan tips buat para pemula dalam menulis buku agar diterima untuk diterbitkan penerbit. Dia berpesan kepada para mahasiswa calon guru untuk terus
latihan menulis, tentukan tema yang mau ditulis, banyak membaca, gunakan referensi yang tepat dan belajar/memparafrase.

Pesan saya, kita perlu banyak inovasi. Buku ini sebagai  motivasi dalam berkarya buat anak-anak daerah ini. Kita jangan kalah bersaing dengan anak-anak daerah lain,” tandas Via.

Ketua Program Studi PBSI, Yustina Sako yang diwakili salah satu dosen, Stefania Sonia Manek, MPd mengapresiasi dosen Oktaviana yang melahirkan karya perdana untuk lembaga ini.

“Ini langkah baru dan kita patut memberi profisiat kepada Ibu Via. Pesan saya kepada mahassiswa jangan pernah berhenti belajar dan karya ini sebagai  motivasi buat kita semua. Saya sampaikan bahwa ini wajib dimiliki mahasiswa untuk semua jurusan. Ini buku jadi pedoman atau referensi ketika ada penugasan dari dosen,” pinta Stefania.

Turut hadir pada launching buku ini beberapa dosen, antara lain Marsela Luruk Bere, MSi, Rosalia Mulyani, MPd, Kepro PBSI Yustina Sako dan Rozario M. da Costa, MPd.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar