oleh

Pemdes Oelfatu-Kupang Kurangi 55 KK Penerima BLT Covid-19

OELFATU, TIMORline.com-Pemerintah Desa (Pemdes) Oelfatu Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengurangi 55 Kepala Keluarga (KK) penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19.

Demikian keterangan Pj Kades Oelfatu Selfianus Bai’uf, SSos kepada media ini, Selasa (07/09/2021).

Kades Selfianus menjelaskan, pengurangan penerima BLT Covid-19 dipengaruhi oleh tidak terpenuhinya kriteria penerima manfaat BLT Covid-19.

“55 KK dikeluarkan karena tidak memenuhi syarat penerima BLT dan ini berdasarkan hasil verifikasi”, katanya.

Dia mengatakan, yang menjadi syarat penerima BLT Covid-19 adalah: Pertama, KK yang tidak menerima bantuan apapun selama pandemi atau sebagai penerima PKH;
Kedua, KK mandiri artinya KK yang tidak tinggal dengan KK lain.

Dua kriteria inilah yang menjadi dasar pengurangan penerima BLT Covid-19 di Desa Oelfatu. Ke-55 KK tersebut masuk dalam dua kriteria itu”, katanya.

Dia menegaskan, pengurangan tersebut tidak berdampak pada anggaran yang telah ditetapkan walaupun sebelumnya jumlah penerima BLT Covid pada 2020 berjumlah 180 KK. Tetapi, proses pembayaran tersebut mengikuti jumlah penerima BLT.

Kades Selfianus juga menyatakan, pengurangan tersebut telah disepakati melalui musyawarah bersama yang diadakan pascapenetapan penerima BLT Covid yang kemudian dituangkan dalam APBdes 2021.

Penerima Kecewa
Salah satu penerima BLT yang dicoret namanya, Usias Batninas (84), warga Dusun 3 mengaku kecewa karena namanya dikeluarkan dari penerima BLT Covid. Sebab, dia dan beberapa temannya yang sudah lanjut usia adalah penerima BLT Covid-19 pada 2020.

Tahun lalu saya terima BLT. Hanya tahun ini saya tidak dapat uang dari desa lagi. Padahal, dari dulu saya tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah”, tandas Usias.

Dia menambahkan, hingga saat ini belum ada penjelasan terkait nama mereka yang dikeluarkan dari desa sebagai penerima BLT Covid.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Munarman

Karena itulah, dia berharap semoga ada perhatian dari pemerintah bagi mereka yang sudah lanjut usia.

“Kami tak mungkin bisa bekerja keras supaya bisa memenuhi kebutuhan hari-hari hidup kami”, demikian Usias. (GH)

Komentar