oleh

Nama Calon Siswa Bintara Polri 2021 Diganti Orang Lain, Orangtua Mengadu ke Presiden dan Kapolri

MANADO, TIMORline.com-Nama Rafael Malalangi diumumkan lulus sebagai salah satu calon siswa Bintara Polri 2021. Tetapi, Rafael harus memendam rasa kecewa. Sebab, namanya hilang dan digantikan orang lain.

Padahal, sebelumnya sangat  bahagia melihat pengumuman lulus sebagai calon siswa Bintara Polri 2021.

Anak dari Christofel Tumalun itu mengikuti tes masuk Bintara Polri melalui Polres Minahasa Selatan. Peristiwa yang dialami Rafael pun viral di media sosial setelah diunggah sang ayah.

Berikut fakta-faktanya:

1. Disaksikan Warga saat Pengumuman
Ayah Rafael, Christofel menceritakan, anaknya Rafael Malalangi mengikuti tes penerimaan calon Bintara Polri 2021 pada 22 Juli 2021. Pada saat pengumuman yang disiarkan live streaming dan disaksikan seluruh masyarakat Desa Pinapalangkow, nama anaknya diumumkan lulus.

2. Gelar Ibadah Syukur
Rafael Malalangi merupakan salah satu calon siswa Bintara Polri tahun 2021 yang lulus seleksi nasional dan sudah diumumkan virtual oleh panitia. Kedua orang tuanya pun langsung bersyukur dan mengadakan ibadah syukur kelulusan anak mereka. Tetapi kabar mengejutkan tiba-tiba datang. Keluarga menerima surat jika anaknya dinyatakan tidak lulus dan sudah digantikan orang lain pada Kamis 29 Juli 2021.

3. Mengadu ke Presiden Jokowi
Keluarga Rafael merasa kejadian yang dialami anaknya tidak adil. Ayah Rafael, Christofel Tumalun lewat video, mengadu kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia meminta keadilan untuk putranya yang belakangan disebut tidak lulus sebagai Bintara Polri. “Apakah ini adil pak. Kami orang susah, orang tak punya pak. Kami mohon keadilan. Mohon bantuan dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Kapolri, kiranya anak kami dapat pendidikan,” ucapnya dalam video viral.

4. Salah Input Data
Karo SDM Polda Sulut Kombes Pol Octo Budhi Prasetyo mengatakan, peristiwa ini terjadi karena ada kesalahan dalam input data oleh operator. Pada saat diumumkan yang bersangkutan lulus rangking 22 dari total 22 kuota yang tersedia atau peringkat terakhir.

Baca Juga:  SBS Hamata, WT Kampanye

“Setelah sidang kelulusan diumumkan, datanglah satu orang casis mengomplain nilainya tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh, khususnya jasmani renang. Komplain itu kami akomodir terus dicek ke papan live chat, kan ada tanda tangannya, ternyata memang antara nilai di live chat dan di sini berbeda. Memang itu kesalahan operator saat menginput data, operator dari tim jasmani,” ujar Octo, Kamis (29/07/2021) sebagaimana dicitat dari okezone.com.

5. Kesalahan Operator
Kombes Octo kembali menegaskan, persoalan ini terjadi murni karena kesalahan dari operator memasukkan data. “Memang ini kesalahan dari operator tim jasmani memasukkan data input itu. Alhamdulillah yang lain tidak ada yang komplain, hanya satu itu aja,” katanya.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: okezone.com

Komentar