oleh

Padma Indonesia Soroti Sejumlah Kasus di Malaka

JAKARTA, TIMORline.com-Lembaga Hukum dan HAM untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia menyoroti sejumlah kasus di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasus-kasus itu antara lain oknum anggota DPRD Malaka menenggak minuman keras di kantor sambil berjoget ria di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Ada pula dua kepala desa mabuk miras melakukan kekerasan fisik dan psikis kepada wartawan dan Ketua Araksi NTT.

Malaka juga dikenal sebagai kantong Human Trafficking dan wilayah terjebak praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Terpanggil untuk menyelamatkan Kabupaten Malaka dari praktik KKN dan Human Trafficking dan perilaku hedonisme oknum anggota DPRD dan premanisme Kades di Malaka, Ketua Pembina Padma Indonesia Gabriel Goa dalam rilisnya yang diterima redaksi TIMORline.com, Kamis (22/07/2021), menyatakan:

Pertama, mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Malaka untuk segera memanggil dan memeriksa oknum anggota DPRD Malaka yang diduga kuat melakukan pelanggaran etik sebagai anggota Dewan Terhormat

Kedua, mendesak Bupati Malaka untuk memanggil dan menindak tegas Kades yang telah melakukan Tindak Pidana Kekerasan baik fisik maupun psikis terhadap Wartawan dan Ketua Araksi NTT.

Ketiga, mendukung Kapolres Malaka mendesak Kapolsek Laenmanen yang telah menerima Laporan Polisi atas Tindak Pidana Kekerasan Fisik dan Psikis terhadap wartawan dan Ketua Araksi NTT agar segera diproses hukumnya.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Baca Juga:  PADMA Indonesia Dorong Fungsi Legislatif Ketua dan Anggota DPRD Alor sebagai Voice of the Voiceless

Komentar