oleh

Pemprop NTT dan Pemkab Malaka Sumbang Hewan Kurban kepada Umat Islam

BETUN, TIMORline.com-Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka menyumbangkan lima ekor hewan kurban kepada umat Islam yang tersebar di lima mesjid di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, dan sekitarnya.

Lima ekor hewan kurban itu terdiri dari satu ekor disumbangkan Pemprop NTT. Sedangkan empat ekor lainnya disumbangkan Pemkab Malaka.

Hewan kurban tersebut diserahkan Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH kepada salah satu Uztad di Halaman Mesjid Al-Jihad, Senin (19/07/2021) pagi.

Penyerahan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M itu disaksikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqin, Kapolres Malaka AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, Dandim 1605/Belu Letkol Inf Wiji Untoro, para Asisten Sekda, para Staf Ahli dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Malaka.

Bupati Simon dalam sambutannya mengatakan, perayaan Idul Adha mengharuskan umat Islam untuk mengambil bagian di dalamnya dengan memperkokoh toleransi antarumat beragama.

Sebab, dengan adanya toleransi semua umat akan tertib, aman, nyaman dan damai.

“Kalau semua umat sudah tertib, aman dan damai, Pak Kapolres dan anggota juga aman dan damai. Kalau tidak, ya, Pak Rudy (maksudnya Kapolres Malaka, red) dan anggota tidak nyaman”, kata Bupati Simon.

Bupati Simon mengingatkan pula agar Idul Adha dirayakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga, tidak menciptakan klaster baru.

Bagi politisi Partai Perindo ini, hal berdoa adalah hak azasi setiap orang. Tetapi, dalam situasi pandemi seperti saat ini harus diatur.

“Diatur dengan cara berdoa di rumah, jaga jarak, pakai masker dan tidak berkerumun”, katanya.

Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH (kiri) dan Ketua MUI Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqin (kanan). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Mengutip jawaban seorang ulama pertanyaan umatnya mengapa di masa pandemi seperti saat ini umat dilarang berdoa di gereja dan mesjid tapi orang justru berkerumun di pasar, Bupati Simon menegaskan, orang bisa berdoa di rumah dan di mana saja tetapi pasar diizinkan karena orang hanya bisa belanja barang kebutuhan pokoknya di pasar.

Baca Juga:  Polsek Laenmanen Semprot Cegah Corona di Persimpangan Timor Bagian Timur

Ketua MUI Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqin mengungkapkan, setiap tahun, setiap perayaan keagamaan selalu mendapat perhatian dari pemerintah.

Bahkan, tahun ini pihaknya mendapat perhatian yang begitu besar dari Pemprop NTT dan Pemkab Malaka berupa hewan kurban yang akan dibagikan kepada sesama.

“Hewan kurban yang dipotong dagingnya tidak hanya dibagikan kepada umat Islam tetapi juga kepada sesama lainnya yang berada di sekitar mesjid. Ini dilakukan untuk tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama”, tandas Zaenal.

Ketua Panitia Yayuk Sri Mulyantini dalam laporannya menjelaskan, Pemkab Malaka mendukung penuh pelaksanaan hari raya Idul Adha untuk menanamkan nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Malaka.

Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH bersama Forkopimda Plus saat melakukan pemantauan hewan kurban di area halaman Mesjid Al-Jihad, Betun, Senin (19/07/2021) pagi. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Dukungan dimaksud berupa sumbangan hewan kurban. Bahkan, tahun ini, Pemprop NTT juga menyumbangkan hewan kurban berupa sapi satu ekor.

Dikatakan pula, kegiatan sumbangan atau bantuan hewan kurban seperti ini bertujuan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, meningkatkan kepedulian kepada sesama, menjalin tali silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Malaka dengan pemeluk agama khususnya pemeluk agama Islam, serta menciptakan dan menumbuhkan nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Malaka.

Ada pun yang menjadi sasaran bantuan hewan kurban, yakni bantuan sapi kurban dari Gubernur NTT berupa sapi satu ekor diberikan kepada Masjid Al-Falah Kletek, Pemerintah Kabupaten Malaka sebanyak 4 ekor diberikan kepada Masjid Agung Al-Jihad Betun, Masjid Al-Qadr Betun, Masjid Al-Qobah Kompi D Kada dan Mashid Nurussalam Kompi A Morukren.

Seusai penyerahan hewan kurban, Bupati Simon bersama Kapolres Malaka AKBP Rudy Junus Jacob Ledo dan Dandim 1605/Belu Letkol Inf EmWiji Untoro melakukan pemantauan hewan kurban berupa sapi dan kambing yang diikat di semua sisi dalam area mesjid.

Baca Juga:  Tok, Tok, Tok!!! KPU Tetapkan SN-KT jadi Bupati-Wabup Malaka Terpilih, SBS-WT Tidak Hadir

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar