oleh

Yance Sunur dan Ipi Bediona Dipaksa Tinggalkan Kursi Kekuasaan di Awal Tahun ke-10 (Sepucuk Surat Terbuka)

PHILIPUS Bediona yang di masa kuliah dan di internal organisasi kemasyarakatan maupun partai politik diakrabi dengan Ipi menulis surat terbuka kepada Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur. Surat terbuka itu berjudul: Yance Sunur Sabatku.

Abang Ipi, begitu biasa saya sapa, menjabat anggota DPRD Lembata dua periode (Periode 2009-2014 dan Periode 2014-2019). Sedangkan Yance Sunur menjabat Bupati Lembata dua periode (Periode 2011-2016 dan Periode 2017-2022).

Tetapi, Ipi dipaksa tinggalkan kursi Wakil Rakyat Lembata menuju Lembaga Pemasyarakaran (Lapas) di awal tahun ke-10, tepatnya 3 Agustus 2018. Sedangkan Bupati Yance dipaksa tinggalkan kursi Bupati Lembata di awal tahun ke-10 menuju keabadian, meninggal dunia, tepatnya 17 Juli 2021, Sabtu kemarin.

Abang Ipi memuat surat tersebut di dinding facebooknya, Minggu (18/07/2021) pagi ini. Dua jam lalu. Bagi saya, intinya ada di bagian tengah surat tersebut: ‘Dipaksa Tinggalkan Kursi Kekuasaan di Awal Tahun ke-10’.

Berikut kutipan lengkap Surat Terbuka tersebut:

Selamat jalan Yance Sunur sahabatku. Saya tidak tau apakah kamu jadi diberangkatkan ke Lewoleba u dimakamkan di tanah ini, atau dimakamkan saja di Kupang. Yang pasti ngkau tertahan dan meninggal di luar tanah Lembata. Saya juga tidak bisa memastikan apakah ini mengandung makna tertentu? Apakah karena ngkau meninggal dalam jabatan, punya kuasa dan punya uang, karena itu ngkau dapat meninggal di mana saja? Termasuk pada saat semua orang sedang dibatasi mobilitas pribadinya karena Covid. Ataukah ini pertanda penolakan Lewo, leu auq, yang suka ngkau yang suka ngkau bawa-bawa dalam pidatomu.

Ketika rakyat Lembata ditimpa malapetaka beruntun, erupsi Gunung Api (5 Nov 2020) dan Banjir Bandang (Hari Paskah Orang Kristiani, April 2021) ngkau jutru meninggalkan rakyat dan tidak membantu mereka, misalnya memastikan di mana mereka akan membangun kembali pemukiman barunya, mendatangi dan menguatkan mereka, malah ngkau berinisitif mengurusi pertandingan sepak bola memperebutkan piala EMC. Orang sakit hati terhadap sikapmu sebagai pemimpinnya. Akhirnya ngkau terhadang untuk tidak pulang hidup ke tanah ini. Jadinya ini semacam tugu peringatan ttg 9 tahun ngkau berkuasa.

Sebagaimana dari 10 tahun (2009-2014 & 2014-2019) saya dipilih menjadi wakil rakyat, dan di awal tahun ke 10 saya dipaksa tinggalkan kursi Wakil Rakyat Lembata, dan masuk Lapas Waikilok (3 Agustus 2018), demikian akhirnya engkau juga dipaksa di awal tahun ke 10, meninggalkan Kursi Bupatimu.
Tetapi bagaimanapun ngkau telah pergi. Saya ikhlaskan semuanya. Jauh sebelum masuk ke Lapas Lembata saya sudah berkesimpulan, saya masuk Lapas, bukan karena ulahmu, tetapi ulahku sendiri. Kenapa saya tidak memilih bersikap “mencari selamat” saja seperti sebagian teman2 ADPRD Lembata lainnya?

Karena sikap keras kepala itulah saya dan Feri Koban, teman saya harus memikul sendiri risikonya. Artinya, saya tidak pernah melibatkan ngkau sebagai SEBAB, saya berhenti dari jabatan saya dan masuk Lapas.

Selamat jalan Yance Sunur. Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Doaku untukmu.

Biodata Sekilas:

Baca Juga:  Tokoh NTT dan BNPT Dialog Cegah-Tangkal Terorisme

Nama Lengkap: Eliaser Yentji Sunur, ST
Lahir: Lewoleba, 27 Maret 1963
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Katholk
Status: Sudah Kawin
Istri: dr. Margyati Kandou (almh)
Anak-anak: 3 (tiga orang)
1 . Elisabeth Amanda Sunur
2. Ignatio Amando Kenzi Sunur
3. Maria Gloria Cartika Sunur

Saudara Kandung 3 (Tiga orang)
1. Mariam Linje Sunur
2. Esabeth Sunur
3. Ledyari Lilis Sunur

Riwayat Pendidikan

SD NegerI Balauring (1974) berijazah
SMP Muda Karya Balauring (1979) berijazah
SMA Negeri 468 Larartuka (1982) berijazah
S1 Fakutas Teknis Universitas Krisna Dwipayana Jakarta, berijazah

Riwayat Orgarisasi
Ketua FKPM Kota Bekasi
Ketua PAC PDIP Perjuangan Kecamatan Medan Satria (2006-2011)
Ketua l Taruna Merah Putih Kota Bekasi (2009-2010)
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi (2009-2015)

Riwayat Pekerjaan
Direktur Yayasan Keluarga Sehat Kota Bekasi (2000-2009)
Anggota DPRD Kota Bekasi (2009-2014)
Bupati Lembata Periode 2011- 2016 dan Periode 2017-2022

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar