oleh

Pembangunan Puskesmas Bani-Bani ‘Makan Uang’ Rp6 Miliar

TUNUAHU, TIMORline.com-Pembangunan Puskesmas Bani-Bani Desa Bani-Bani Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ‘memakan’ Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) – Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2021 sebesar Rp6 Miliar.

Besaran anggaran ini dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malaka drg Paskalia Frida Fahik kepada Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH, para pejabat dan masyarakat Desa Bani-Bani.

Laporan itu disampaikan di sela-sela kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas Bani-Bani Desa Bani-Bani Kecamatan Io Kufeu, Jumat (16/07/2021).

Data proyek dan alat berat yang digunakan untuk Pembangunan Puskesmas Bani-Bani Desa Bani-Bani Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Menurut Frida, Puskesmas Bani-Bani merupakan Puskesmas ke-13 di Kabupaten Malaka yang dibangun merupakan proto type nasional.

Anggarannya juga menggunakan APBD – DAK TA 2021 sebesar Rp6 Miliar.

Selain untuk membangun ruang pelayanan pasien, anggaran ini juga untuk membangun dua rumah lagi, yakni ruang inap dan rumah para medis.

“Para medis bisa digunakan rumah para medis untuk menginap atau tinggal”, jelas Kadinkes Frida.

Kadinkes Frida menjelaskan, awalnya Puskesmas Bani-Bani dibangun dengan status Puskesmas Pembantu pada 2014. Dalam perkembangannya, ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas pada 2017.

Wilayah pelayanannya meliputi empat desa, yakni Desa Bani-Bani sebagai pusat pelayanan, Desa Fatoin, Ikan Tuanbeis dan Kufeu.

Kini, Puskesmas ini memiliki 10 tenaga kesehatan. Sehingga, Kadinkes Frida meminta Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH untuk ke depan bisa menambah tenaga kesehatannya.

“Tenaga kesehatan yang dibutuhkan pasti lebih banyak lagi dari yang sekarang kalau bangunan baru ini sudah selesai”, kata Kadinkes Frida.

Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH (tengah), Asisten III Sekda Malaka Yoseph Parera (kiri) dan Wakil Kapolres Malaka Kompol I Ketut Saba (kanan). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Bupati Simon dalam arahannya mengharapkan Puskesmas Bani-Bani menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat Kecamatan Io Kufeu. Dengan demikian akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin dekat, terjangkau dan berbiaya murah.

Baca Juga:  Waspada! 431 ODP Covid-19 di NTT

Namun, politisi Partai Perindo ini menjelaskan, pelayanan kesehatan masyarakat maksimal bila didukung infrastruktur jalan raya yang baik.

“Infrastruktur jalan raya yang jelek seperti saat ini tidak menjamin sama sekali pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat, terlebih ibu hamil dan melahirkan”, tandas Bupati Simon.

Kedatangan Bupati Simon dan para pejabat sipil dan militer di desa ini diterima secara adat berupa sapaan adat, tarian likurai, pengalungan sarung dan selendang adat, dan ritual adat.

Data proyek Pembangunan Puskesmas Bani-Bani Desa Bani-Bani Kecamatan Io Kufeu. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Sesuai data proyek, Pembangunan Puskesmas ini sesuai Kontrak: PPK.DINKES-21/KTRK/Pusk-BB/22/VII/2021 tertanggal 8 Juli 2021 dengan Nilai Kontrak: Rp5.999.000.000,00.

Anggaran ini bersumber dari APBD – DAK 2021 dengan Waktu Pelaksanaan 150 Hari Kalender dan Waktu Pemeliharaan 180 Hari Kalender. Sebagai Kontraktor adalah CV Eveline.

Selain Kadinkes Frida, hadir bersama Bupati Simon adalah Asisten III Sekda Malaka Yoseph Parera, Wakil Kapolres Malaka Kompol I Ketut Saba, Kadis Pekerjaan Umum Yohanes Nahak, Kadis Sosial Folgen Fahik dan Kasat Pol PP Daniel Bria.

Hadir pula Camat Io Kufeu Laurens Seran, para Kades se-Kecamatan Io Kufeu dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar