oleh

Bupati Simon: Majelis Adat perlu Dibentuk untuk Salurkan Insentif Fukun di Malaka

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH mengatakan, pembangunan Kabupaten Malaka sangat membutuhkan partisipasi masyarakat dan semua pemangku kepentingan, antara lain para tokoh adat atau fukun.

Atas partisipasi itu, para fukun perlu diberikan insentif. Untuk menyalurkan insentif dimaksud, harus dibentuk majelis adat.

“Pembentukan majelis adat ini untuk mendukung pemberian insentif fukun. Majelis adat akan dibentuk di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa”, jelas Bupati Simon dalam sambutannya saat kunjungan kemasyarakatan di Desa Wekmidar dan Desa Naet Kecamatan Rinhat, Rabu (07/07/2021)

Menurut Bupati Simon, urusan penyaluran insentif kepada para fukun (tokoh adat di Kabupaten Malaka, red) bukan kewenangan kepala desa. Tetapi, perlu dibentuk majelis adat yang memiliki kewenangan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan insentif fukun dan penentuan status tokoh adat.

Mantan dosen Universitas Warmadewa Denpasar itu menjelaskan, majelis adat akan dibentuk dengan keanggotaan yang indenpenden untuk bekerja secara baik dan bebas kepentingan. Sebab, kepala desa tidak punya wewenang untuk menentukan fukun. Sehingga, yang dibutuhkan adalah majelis adat.

Untuk memperlancar urusan pembentukan majelis adat dan pemberian insentif fukun, kata Bupati Simon, tidak menutup kemungkinan dilakukan studi banding ke Propinsi Bali. Paling tidak, atas informasi dan pengalaman yang diperoleh nanti dapat memberi pemahaman akan lembaga adat dan struktur adat.

“Lembaga adat dan struktur adat ada perbedaannya,” tandas Bupati Simon.

Pemberian insentif bagi fukun merupakan salah satu program prioritas Bupati Simon bersama Wakil Bupati Louise Lucky Taolin, SSos. Bantuan insentif tokoh adat tersebut sudah disosialisasikan pada masa kampanye jelang Pilkada Malaka, 9 Desember lalu.

Menurut Bupati Simon, pemberian insentif kepada tokoh adat merupakan wujud penghargaan terhadap budaya dan tradisi beserta pranata-pranatanya.

Baca Juga:  Keluarga Apolinaris Asury Serahkan Lahan Empat Hektar untuk Lokasi Pembangunan Puskesmas Nurobo

Selain itu, penghargaan pemerintah terhadap lembaga adat dan struktur adat sebagai bagian tak terpisahkan dalam pembangunan.

“Pembangunan membutuhkan partisipasi semua pihak termasuk tokoh adat”, demikian Bupati Simon.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar