oleh

Kadispora Tangerang Selatan Nyaris Pukul Wartawan Kabar6 saat Diwawancara

TANGERANG SELATAN, TIMORline.com-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangerang Selatan E. Wiwi Martawijaya nyaris pukul Yudi, wartawan Kabar6 saat keluar dari Kantor Kejaksaan Negeri Tangsel, Selasa (22/06/2021).

“Yang mana namannya si Yudi, Yudi Babeh, panggil sekarang,” tanya Kadis Wiwi kepada wartawan di Kantor Kejari Tangsel.

Pertanyaan itu langsung direspon Yudi yang ingin melakukan wawancara terkait Kasus Dana Hibah 2019 KONI Tangsel.

Jawaban tersebut membuat Wiwi nyaris melancarkan pukulannya ke Yudi, sambil mengatakan “Gua sikat lu,” sambil menuju kendaraannya.

Sikap tidak menyenangkan itu tidak membuat Yudi diam. Yudi malahan mengatakan, “Galak amat Pak”.

Mendapat perkataan itu, Kadis Wiwi dalam keadaan emosi menjawab, “Emang galak gua mah”.

Sikap percobaan pemukulan Kadispora Tangsel Wiwi Martawijaya terhadap wartawan kabar6.com, Selasa (22/06/2021).

Perbuatan tidak menyenangkan itu mendapat tanggapan serius sesama pekerja media di wilayah Tangerang Selatan. Mereka melaporkan tindakan Kadis Wiwi ke Polres setempat.

Hal ini tertuang dalam Laporan Polisi bernomor: LP/B/744/VI/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

“Saya mengapresiasi sikap Polres Tangsel yang merespon laporan para pewarta,” ujar Yudi Wibowo, pewarta kabar6.com selaku pelapor, Selasa (22/06/2021) sebagaimana diberitakan kabar6.com.

Menurutnya, Polres Tangsel telah melakukan langkah yang tepat. Apabila dibiarkan, sikap arogansi yang bersangkutan dapat mengancam kebebasan pers dalam iklim demokrasi.

“Beliau terlihat tidak suka dengan pemberitaan kasus yang berkembang. Sikap beliau tidak mencerminkan sebagai aparatur daerah,” terangnya.

Seharusnya, menurut Yudi, Kadispora Tangsel menggunakan sikap beretika dalam menyatakan sikap, meski tidak bersedia diwawancarai wartawan yang butuh berita berimbang (cover both side) dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Ini menjadi pembelajaran karena kasus intimidasi terhadap kebebasan pers yang berintegritas sudah semakin mengkuatirkan,” tutupnya.

Kadis Wiwi dipanggil jaksa dalam penyidikan lanjutan atas kasus dugaan korupsi dana hibah APBD 2019. Kasus itu menjerat tersangka, yakni Ketua Umum KONI Tangsel Rita Juwita dan Bendahara Umum Suharyo. (eka)

Baca Juga:  Indonesia Posisi Delapan Negara Terbanyak Suntikan Vaksin Covid-19

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: kabar6.com

Komentar