oleh

Kader Benalu Berani Gadaikan Partai dan Kadernya dengan Harga Sebotol Teh Sosro

Oleh: Petrus Selestinus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia/TPDI

PDIP, merupakan salah satu Partai Politik yang memiliki sistim, mekanisme dan prosedur yang sudah baku, terutama dalam rekrutmen kader-kadernya untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di Eksekutif dan Legislatif Negara, baik di Pusat maupum di Daerah.

Kader-kader Partai yang disiapkan atau menyiapkan diri untuk tampil merebut kekuasaan poltik di Eksekutif maupun di Legislatif, selalu diberi ruang untuk adu program, gagasan dan menyosialisasikan programnya guna membangun citra diri yang lebih baik agar dapat berkompetisi secara sehat dalam merebut kekuasaan Eksekutif dan Legislatif.

Saat ini beberapa kader PDIP yang siap diorbitkan, di antaranya, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Puti Guntur, Hasto Kristanto, Oly Dondokambey, Yasona Laoly, dan lain-lain. Mereka kompeten dan memiliki jam terbang dalam memimpin Partai dan Organisasi Pemerintahan, di Eksekutif dan di Legislatif, sehingga layak dipromosikan untuk Capres dan Cawapres 2024.

Perilaku Kader Benalu
Akhir-akhir ini nama Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan lain-lain, disebut-sebut layak tampil sebagai capres dan cawapres. Namun, di internal Partai, ada kader benalu  yang mencoba menutup pintu aspirasi masyarakat mendukung kader-kader PDIP yang kompeten memimpin bangsa karena Puan Maharani sudah dipatok harga hanya untuk posisi cawapres siapapun capresnya

Nama Bambang Pacul disebut-sebut menghambat jalannya Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan lain-lain, untuk menuju capres 2024, dengan cara hanya memasang Puan Maharani sebagai cawapres, siapapun capresnya. Puan Maharani diibaratkan sebagai Iklan Teh Botol Sosro “apapun makanannya, minumnya ya teh botol sosro”.

Artinya pernyataan Bambang Pacul, dinilai sebagai upaya destruktif merendahkan Puan Maharani, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, dkk. serta PDIP sendiri. Seakan-akan PDIP memasang target pada Pilpres 2024 hanya pada posisi cawapres dan itu hanya untuk Puan Maharani, seperti Ikalan Teh Botol Sosro siapapun capresnya Puan Maharani tetap cawapresnya.

Baca Juga:  Petrus Selestinus 'Ajari' Fadli Zon yang Asbun Soal Tindakan Densus 88 Terhadap Munarman

Sikap Kader Memalukan
Pernyataan Bambang Pacul dinilai sangat memalukan, sebagai sikap kader benalu yang hanya cari makan di Partai, lantas Partai dan Kader-Kader Partai yang potensial digadaikan kepada capres lain, hanya untuk kursi cawapres dan Puan Maharani menjadi korbannya.

Sebagai Partai Politik peraih suara dan kursi terbanyak di Legislatif dan/atau sebagai Partai pemenang pemilu legislatif dalam tiga kali pileg dan dalam dua kali Pilpres berturut-turut memenangkan Pilpres, PDIP memiliki kader mumpuni untuk tampil memimpin bangsa ke depan, dan posisi inilah yang harus dipertahankan, apalagi waktunya masih tiga tahun lagi.

Namun yang terjadi, justru belum apa-apa sudah terjadi praktek politik belah bambu, cari muka sambil menjatuhkan kader lain, mestinya struktur Partai memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kader-kader PDIP yang siap tampil untuk sosialisasi diri, adu gagasan membangun bangsa, sehingga publik dapat mengukur kader yang layak dijual sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2024. (*)

Komentar