oleh

Pernyataan Christ Wamea Diduga Memfitnah Romo Benny Susetyo

JAKARTA, TIMORline.com-Pernyataan Christ Wamea diduga kuat memfitnah Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Idelogi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo atau Romo Benny.

Pernyataan itu pun berisiko hukum untuk dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kuasa hukum Romo Benny yang adalah Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus dalam rilisnya yang diterima TIMORline.com, Selasa (18/05/2021) malam, justru mempertanyakan kapasitas Christ Wamea dalam membuat pernyataan tersebut di media sosial.

Dalam pernyataan tersebut, entah dalam kapasitas sebagai apa, Christ Wamea mengaku merespons pernyataan Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny terkait 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

Christ Wamea juga menilai Romo Benny kerap membuat pernyataan yang bikin gaduh tanpa merinci pernyataan mana yang dikategirikan sebagai kerap bikin gaduh, berapa kali bikin gaduh dan siapa saja yang terganggu.

Menurut Petrus, yang mengagetkan publik adalah seorang Christ Wamea mencap Romo Benny dengan kata-kata yang kontennya mencemarkan, yaitu dengan kata atau kalimat, ‘Orang ini benar-benar dungu karena selama ini statement-statemennya tidak berkualitas dan selalu bikin gaduh di publik” sebagaimana diunggah dalam cuitan di Twitter-nya, pada Selasa, 15 Mei 2021.

“Pernyataan-pernyataan ini mengandung pencemaran nama baik, melawan hukum dan berisiko  dilaporkan ke polisi”, tandas Petrus.

Koordinator TPDI ini meminta Christ Wamea untuk membuktikan cuitannya secara hukum melalui proses hukum pidana, melalui Pengaduan Pidana dugaan pencemaran nama baik dan tuduhan palsu.

Yang mengherankan, menurut Advokat Peradi ini, Christ Wamea justru telah secara terbuka meminta Presiden Jokowi memberhentikan Romo Benny dari BPIP.

Sebagai alasannya, Christ Wamea mengutip pendapat Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK tidak serta-merta menjadi dasar pemberhentian 75 pegawai yang dinyatakan tidak lulus tes.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Fatuaruin Tunggu SBS-WT Satu Malam Dua Hari

“Sikap Romo Benny selama ini justru dalam kapasitasnya sebagai cendikiawan dan budayawan yang membawa pesan berisi nilai-nilai Pancasila dan Kebangsaan di forum manapun dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila”, tandas Petrus.

Petrus menilai pernyataan Christ Wamea sangat tendensius, telah dibaca publik dan  bermuatan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

“Pencemaran nama baik ini terjadi hanya karena Christ Wamea tidak paham duduk masalahnya, lantas secara serampangan membuat pernyataan yang bersifat mendiskreditkan nama baik dan reputasi Romo Benny dalam segala kapasitas yang ada”, urai Petrus.

Petrus mengatakan, pihak media yang menulis pernyataan fitnah Christ Wamea sudah meminta maaf kepada Romo Benny. Tetapi, Christ Wamea sendiri  belum mengklarifikasi, belum membuktikan dan meminta maaf kepada Romo Benny.

“Sebagai kuasa hukum, kami akan menempuh langkah-langkah hukum guna meminta pertanggungjawaban pidana Christ Wamea melalui pengaduan kepada Polri”, demikian Petrus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar