oleh

Front MATA MERA Desak Polda NTT Tangkap Bupati Lembata

LEWOLEBA, TIMORline.com-Front Mahasiswa Lembata Makassar Merakyat (Front MATA MERA) mendesak Polda NTT menangkap Bupati Lembata Yance Sunur. Bupati yang pengusaha ini diduga kuat merupakan aktor intelektual mangkraknya proyek wisata Awololong Kabupaten Lembata.

Atas dugaan itu, Polda NTT dinilai belum benar-benar menjawab keresahan publik Kabupaten Lembata. Sebab, pihak Polda NTT hingga saat ini belum mengungkap aktor intelektual proyek wisata Awololong.

Desakan ini datangnya dari Sekretaris Jenderal Front Mata Mera Ghebardus A. Kedang dalam rilisnya yang diterima TIMORline.com, Senin (10/05/2021) malam.

Ghebardus mengawali rilisnya dengan mengapresiasi penyidik Polda NTT yang telah menetapkan beberapa orang menjadi tersangka kasus ini. Antara lain Konsultan Perencana Middo Arianto Boru. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada 6 Mei 2021 lalu.

Menurut Front MATA MERA, kata Ghebardus, ada pihak lain selain yang telah ditetapkan.

Tidak mungkin anggaran proyek tersebut cair tanpa persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran. Jadi, perlu disangkakan atau diduga kuat ada keterlibatan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembata”, tandas Ghebardus.

Bagi Front MATA META, yang patut diduga kuat memiliki peran signifikan dalam kasus proyek ini adalah Bupati Lembata. Karena itulah Bupati Lembata harus segera diperiksa pihak Polda NTT.

Sebab, menurut Ghebardus, proyek Awololong awalnya tidak muncul dalam APBD induk TA 2018. Anggarannya justru muncul dalam Perbub Nomor 41 Tahun 2018 tentang Perubahan Perbub No. 52 Tahun 2017 tentang Penjabaran APBD Tahun 2018.

Hal itu termuat dalam Dokumen DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tanggal 22 Desember 2017 dengan No. DPA 1.02.16.01. Di dalam dokumen tersebut, proyek ini belum dianggarkan.

“Kalau bukan Bupati Lembata, lantas siapa yang menjadi aktor intelektual dari proyek bermasalah ini”, tanya Ghebardus.

Baca Juga:  Bupati Malaka Pantau Latihan Tim SSB Fajar Timur

Dia berharap pihak Polda NTT segera menahan Silvester Samun, salah satu pejabat di Kabupaten Lembata. “Bagaimana mungkin seseorang yang telah menjadi tersangka dibiarkan berkeliaran dan memimpin institusi negara di bidang pendidikan”, kata Ghebardus.

Di akhir rilisnya, Ghebardus menegaskan, bila Polda NTT tidak segera menangkap aktor intelektual kasus Awololong dalam tempo satu dua bulan ke depan, Front MATA MERA akan bersama AMPPERA Kupang mengorganisir seluruh organisasi mahasiswa, LSM dan masyarakat Lembata melakukan aksi demonstrasi di Markas Polda NTT.

“Kita tidak menginginkan semut mati diinjak gajah tetapi gajah tidak disentuh sama sekali”, demikian Ghebardus mengibaratkan

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar