oleh

Warga Tiga Desa di Malaka-NTT Swadaya Buat Saluran Darurat

BETUN, TIMORline.com-Warga tiga desa di Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara swadaya membuat saluran darurat dengan memanfaatkan Sumber Wedik untuk mengairi lahan persawahan mereka.

Upaya ini dilakukan warga setempat menyusul rusaknya sumber irigasi utama Lolatar Desa Umakatahan setelah diterpa banjir bandang pada 4 April 2021 lalu.

Langkah ini diprakarsai Camat Malaka Tengah Eduardus Bere Atok, didukung Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka Yohanes Nahak.

Kadis PUPR Kabupaten Malaka Yohanes Nahak saat memberi penjelasan kepada petani disaksikan para staf. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kadis Yohanes yang ditemui di lokasi Wedik, Senin (10/05/2021) siang, mengatakan, pembuatan saluran darurat itu merupakan swadaya masyarakat tiga desa, yakni Desa Kletek, Suai dan Bereliku. Sedangkan instansi yang dipimpinnya hanya menyuport.

Dinas PUPR hanya menyuport masyarakat petani dengan pipa beberapa batang. Sedangkan alat berat untuk buat saluran disiapkan oleh Camat Malaka Tengah”, kata Kadis Yohanes.

Camat Malaka Tengah Eduardus Bere Atok sendiri sejak pagi berada di lokasi Wedik. Dia bahkan bersama-sama dengan operator ekscavator, Maksi, melakukan pembersihan lokasi.

Pun sekalian membuat saluran darurat baru dihuhungkan dengan saluran lama.

Kadis PUPR Kabupaten Malaka Yohanes Nahak memberi petunjuk teknis langsung kepada petani yang memasang pipa untuk mengalirkan dan membagi air ke saluran. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Ini swadaya petani. Sebab, setelah irigasi di sumber utamanya rusak waktu banjir itu, sawah di sini kering semua. Ada tiga desa, yakni Desa Kletek, Suai dan Bereliku”, kata Camat Edu.

Ronny Manek, salah satu warga Desa Suai, mengatakan, lahan sawah yang akan diairi melalui saluran darurat ini sekira 40-an hektar. Sebarannya di tiga desa, yakni Desa Kletek, Suai dan Bereliku.

Ronny berharap saluran darurat itu menjadi solusi bagi para petani di wilayah tiga desa tersebut. Sebab, lahan persawahan warga setempat pada kering setelah banjir bandang 4 April 2021 lalu.

Baca Juga:  KOMPAK Indonesia Desak MK DPR RI Periksa Azis Syamsuddin

Menurut Ronny, semula pemilik lahan menolak membuat saluran darurat melewati lahannya. Setelah dilakukan pendekatan, pemilik setuju. Tetapi, saluran darurat yang dibuat hanya sementara waktu.

Saluran darurat ini hanya sementara. Ini sesuai kesepakatan kita dengan Bapak Viktor selalu pemilik lahan”, kata Ronny.

Kadis PUPR Kabupaten Malaka Yohanes Nahak berjalan di antara saluran. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Viktor sendiri mengaku kalau sebelumnya dia menolak saluran darurat dibuat melewati lahannya. Bahkan, dia sempat menutup saluran yang dibuat warga. Sebab, salurannya terlalu lebar. Sehingga, dia juga tidak bisa langgar dari satu pematang ke pematang lainnya.

Ini semua saya punya tanah”, aku Viktor sambil menunjuk lahan sekitar saluran sambil pamitan pulang.

Terpantau, sekira dua jam kemudian, saluran darurat yang baru saja dibuat dipenuhi dengan air. Diperkirakan, persawahan di sekitar sudah bisa diairi.

Di sekitar saluran ini, petakan yang ditanami padi pada kering. Bahkan, tanah terlihat terbelah.

Tanaman padi menyerupai rumput. Ada yang baru setinggi jari ibu sudah berbuah tetapi tidak ada isi. Ada yang setinggi lutut orang dewasa tapi buahnya menyerupai bunga rumput kekuning-kuningan.

Tampak mendampingi Kadis Yohanes adalah Kepala Bidang (Kabid) Pengairan dan Irigasi Hubertus Seran bersama sejumlah staf. Hadir pula perangkat desa dari Desa Kletek dan Suai serta puluhan petani setempat.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar