oleh

TP-PKK TTU-NTT Ajak Warga Anleu Tolak Stunting

KEFAMENANU, TIMORline.com-Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Susana Sarumaha Binsasi mengajak  seluruh warga masyarakat  Kecamatan Biboki Anleu untuk menolak stunting di wilayah tersebut.

Ajakan tersebut disampaikan di Desa Nifutasi, Rabu (05/05/2021) saat menyerahkan bantuan dana PKK Kabupaten TTU kepada PKK Desa Nifutasi untuk program Pengolahan Makanan Tambahan bagi bayi balita di desa tersebut

Menurut Susana,  untuk menolak stunting di desa harus dimulai dari diri sendiri. Bantuan-bantuan yang diberikan hanya bersifat stimultan atau tambahan bukan utama.

Selain itu, pihaknya sangat berharap pemerintah  desa dapat bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, pihak kesehatan  dan PKK untuk terus melakukan berbagai upaya  guna menolak stunting di desa.

“Harus ada kegiatan-kegiatan atau program untuk menurunkan masalah stunting khususnys di desa ini,” tegasnya dengan berharap adanya intervensi anggaran dari desa untuk membebaskan masyarakat dari stunting.

Selain itu, istri mantan Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI ini mengapresiasi kerjakeras PKK Desa Nifutasi,  pemerintah desa dan komponen terkait lainnya yang telah berjuang keras menurunkan angka stunting di desa tersebut.

Mengutip data 2021, Desa Nifutasi  memiliki 67 bayi balita yang stunting. Tetapi, berdasarkan data Puskesnss Ponu per April 2021, jumlah itu berkurang menjadi 40 anak.

Camat Biboki Anleu Alex Tabesi mengaku sangat mendukung langkah PKK TTU. “Kami akan bekerjasama dengan Puskesmas, Pemdes dan PKK seluruh desa untuk menolak stunting di wilayah ini, dengan melakukan berbagai intervensi program dan anggaran,” demikian Camat Alex.

Data dari Puskesmas Ponu menyebutkan, data bayi balita di kecamatan ini per 1 April 2021 sebanyak 1.414 anak. Sedangkan yang mengalami stunting sebanyak 397 anak. Paling banyak di Desa Nifutasi, yakni 40 anak (33,3 %), disusul Desa Termanu 30,4 %. Sedangkan yang lainnya tersebar di beberapa desa. Dari 397 anak ini, yang paling pendek ada 9 anak.

Baca Juga:  Gubernur VBL Serius Urus Stunting di TTU

Penulis: Amie K
Editor: Cyriakus Kiik

Komentar