oleh

Perayaan 2 Mei di Malaka Bernuansa Budaya

BETUN, TIMORline.com-Perayaan Hari Pendidikan Nasional Tingkat Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2 Mei 2021 berlangsung penuh nuansa budaya di Lapangan Umum Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Minggu (02/05/2021) pagi.

Perayaan ini dipimpin langsung Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH, bupati hasil Pilkada Serentak 2020 yang dilantik 26 April 2021.

Nuansa budaya ini terlihat dari para peserta yang hadir. Antara lain para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perwakilan persekolahan yang hadir.

Mereka pada mengenakan pakaian adat dipadu aksesorisnya berupa selendang dan mahkota bagi kaum perempuan dan destar bagi kaum lelaki.

Drum band dari SMA Swasta Sinar Pancasila juga tampil mengenakan pakaian adat tenunan Malaka.

Selain itu, peserta juga tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Antara lain dengan memakai masker, cuci tangan dan ukur suhu tubuh.

Tampak hadir, Wakil Bupati Malaka Louise Lucky Taolin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malaka Donatus Bere, SH, Wakil Ketua DPRD Malaka Hendrikus Fahik Taek dan Wakil  Kapolres Malaka Kompol I Ketut Saba. Ada pula Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejagteraan Keluarga (TP-PKK) Ny. Simon Nahak dan Wakil Ketua TP-PKK Ny. Kim Taolin.

Bupati Malaka Dr Simon Nahak, SH, MH dalam pidato tanpa teks itu mengingatkan para pejabat baik di lingkungan pemerintahan maupun dunia pendidikan agar disiplin dan bekerja secara berkualitas dan penuh kejujuran, bukan kepalsuan. Tetapi, dalam hal kerja harus tetap ada pembatasan-pembatasan. Sebab, sampai dengan saat ini dunia masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Bupati Simon juga akan turun ke sekolah-sekolah untuk memastikan proses pembelajaran di sana. Kondisi bangunan sekolah juga akan mendapat perhatian pemerintahan Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinanya.

Baca Juga:  Bawaslu dan Polres Malaka Bahas Pembentukan Sentra Gakkumdu Pilkada 2020

Sekolah-sekolah itu akan dilihat untuk dibantu. Sekolah mana yang perlu dibantu, ya, dibantu. Sekolah mana yang tidak perlu dibantu, ya, jangan dibantu. Bantuan itu jangan sembarangan diberikan ke sekolah”, tandas Bupati Simon.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar