oleh

KOMPAK Indonesia Desak Pimpinan KPK Tetapkan Azis Syamsudin Jadi Tersangka Suap

JAKARTA, TIMORline.com-Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mendesak Pimpinan KPK RI untuk memeriksa dan menetapkan Azis Syamsuddin (Az) sebagai tersangka kasus suap Tanjungbalai.

“Kami dari Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia hendak menyampaikan pengaduan sekaligus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia untuk memeriksa dan menetapkan Azis Syamsudin sebagai Tersangka,” jelas Ketua KOMPAK Indonesia Gabriel Goa di Gedung Merah Putih Jakarta, Jumat (30/04/2021), saat secara resmi melaporkan Azis Syamsudin ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK RI dan Pimpinan KPK RI.

Menurut Gabriel, desakan Pemeriksaan dan Penetapan Tersangka terhadap Azis Syamsudin atas pertimbangan, dalam konferensi pers pada 22 April 2021, Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan kronologi kasus suap Tanjungbalai yang menyeret nama Azis Syamsudin.

Bahkan, dalam catatan KOMPAK Indonesia, nama Azis Syamsudin juga pernah disebut Napoleon Bonaparte dalam kasus Joko Chandra.

Gabriel mengatakan, pada Oktober 2020, bertempat di rumah dinas Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin, M. Syahrial menyampaikan permasalahan dugaan kasus korupsi yang  terjadi di Pemkot Tanjungbalai yang tengah diselidiki KPK.

Secara kronologis, Gabriel menguraikan,  Azis Syamsudin memerintahkan ajudannya untuk menghubungi penyidik KPK RI Robin (AKP Stepanus Robin Pattuju). Di rumah ini AKP Stepanus Robin Pattuju dipertemukan dan diperkenalkan kepada Walikota Tanjungbalai M. Syahrial.

Ia melanjutkan, pada kesempatan itu M. Syahrial menyampaikan permasalahan dugaan kasus korupsi terjadi pada Pemkot Tanjungbalai yang tengah diselidiki KPK RI.

“Harapannya dugaan kasus korupsi di Pemkot Tanjungbalai tidak dinaikkan ke tahap penyidikan atau membantu untuk tidak dilanjutkan proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Pemkot Tanjungbalai,” tandas Gabriel.

Sesuai analisis KOMPAK Indonesia, peran Azis Syamsudin diduga menyiapkan rumah, menginisiatif, mengatur, merancang pertemuan antara Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial dengan Penyidik KPK RI, AKP Stepanus Robin. Terlihat jelas sejumlah rangkaian peristiwa selanjutnya mengikuti rancangan dari rumah Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin.

Baca Juga:  Di Sikka, Bupati Tugaskan 1.265 ASN menjadi Tenaga Pendamping Dusun

Dijelaskan, setelah pertemuan di rumah dinas Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin, penyidik KPK RI AKP Stepanus Robin Pattuju melakukan koordinasi di antarannya memperkenalkan seorang pengacara bernama Maskur Husain kepada M. Syahrial.

“Dari pertemuan itu, terjadi kesepakatan yaitu penghentian proses hukum terkait dugaan perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai dan pemberian mahar Rp1,5 miliar”, demikian Gabriel.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar