oleh

Bupati Lembata Saksikan Ritual Adat Pembangunan 700 Rumah bagi Warga Terdampak Banjir

LEWOLEBA, TIMORline.com-Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menyaksikan ritual adat peletakkan batu pertama pembangunan 700 rumah bagi warga terdampak banjir bandang di wilayah itu awal April lalu.

Lokasi ini merupakan lahan hibahan Pitang Lamataro di Moting Hutung Kecamatan Ileape.

Setelah mendapat kepastian dan persetujuan pemilik tanah, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lembata langsung melakukan pembersihan lokasi. Bahkan pembersihan itu dilakukan satu minggu usai kunjungan Presiden.

Kepala Dinas PUPR Aloys Muli Kedang, ST, MT mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan alat berat untuk penyiapan lahan termasuk infrastruktur pendukung jalan dan lorong sejak Jumat lalu, satu minggu setelah Presiden Jokowi datang di Lembata, sebagaimana dicitat dari warta-nusantara.com.

Ritual adat di lokasi relokasi warga terdampak banjir di Moting Hutung Kecamatan Ileape Kabupaten Lembata. (Foto: Warta-nusantata.com).

Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaan Presiden Jokowi kepada Pemkab Lembata untuk merelokasi warga terdampak banjir bandang.

Wargapun sepakat menyerahkan kawasan Moting Hurung untuk dijadikan tempat relokasi tanpa gejolak, tanpa gesekan.

Saat meninjau lokasi, Bupati Lembata spontan menyebut salah satu bundaran dalam tata ruang relokasi disebutkan dengan nama Bundaran Lamataro.

Pemberian nama bundaran ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap pihak Lamataro yang sudah menghibahkan tanahnya demi kepentingan masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan, hingga hari ini lahan yang telah diserahkan kurang lebih 40 hektar.

“Kita akan bangun 700 rumah di empat titik. Tahap pertama bagi korban banjir dan mereka yang terkena dampak. Kita juga sudah bicarakan soal relokasi desa dan kita sedang upayakan lahan” ujar Bupati Sunur.

Pembangunan pertama dilakukan di lokasi Moting Hurung sebagai contoh. Pemkab Lembata sendiri masih butuh kurang lebih 60-100 hektar.

“Di sini site plannya sudah termasuk fasilitas publik”, tegas Bupati Lembata.

Baca Juga:  Kades Ikan Tuanbeis: Embung Oeklese Jadi Solusi Kebutuhan Air Bersih bagi Warga

Reaksi cepat juga dilakukan Pemdes dan BPD Muruona, pada Kamis, 22 April 2021. Mereka melakukan survei di Tanah Geto untuk relokasi warga terdampak banjir bandang Ile Ape Timur. Kegiatan seremonial adat peletakkan batu pertama di lokasi relokasi bagi warga terdampak bencana banjir bandang, bertepatan dengan hari bumi.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: warta-nusantara.com

Komentar