oleh

Publik Soroti Lima Persoalan di Kabupaten Nagekeo-NTT

KUPANG, TIMORline.com-Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia dan Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mengungkap adanya lima persoalan penting di Kabupaten Nagekeo Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kelima masalah itu selama ini mendapat sorotan publik baik daerah maupun nasional.

Dewan Pembina PADMA Indonesia yang juga Ketua KOMPAK Indonesia Gabriel Goa dalam rilisnya yang diterima TIMORline.com, Minggu (18/04/2021), menyebutkan, kelima persoalan itu adalah:

Pertama, Gedung DPRD Nagekeo tidak bisa dipakai karena bermasalah soal lahan;

Kedua, Tarik-menarik proyek nasional Pembangunan Waduk Lambo;

Ketiga, Masalah korupsi;

Keempat, Masalah Human Trafficking;

Kelima, Mangkirnya anggota DPRD Nagekeo untuk melakukan fungsi legislasi, pengawasan dan budgeting tapi tetap makan gaji buta.

Atas kenyataan itu, Gabriel Goa melalui dua lembaga yang dipimpinnya tergerak hati untuk menyelamatkan Kabupaten Nagekeo dari kehancuran. Berikut pernyataan solusi yang ditawarkannya:

Pertama, mendesak Pemkab dan DPRD Nagekeo segera menyelesaikan masalah Gedung DPRD dengan mencari solusi bersama Tuan Tanah dari Suku Lape;

Kedua, Pemkab dan DPRD Nagekeo segera melakukan pendekatan dengan berbagai pihak yang berhubungan dengan proyek Waduk Lambo agar segera dibangun;

Ketiga, Pemkab Nagekeo bisa bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk melakukan pencegahan korupsi di Kabupaten Nagekeo;

Keempat, Pemkab Nagekeo segera bekerjasama dengan pihak Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) serta pihak swasta membangun BLK PMI (Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia) dan LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) di Mbai untuk pencegahan Human Trafficking dan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural;

Kelima, mendesak Parpol untuk menindak tegas anggota DPRD yang tidak melakukan fungsinya sebagai wakil rakyat dan mencopot mereka melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) sekalian tidak membayar gaji mereka.

Baca Juga:  Ketua KPU Supiori Usir Wartawan, Wilson Lalengke: Mereka Tidak Lebih dari Pecundang

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar