oleh

Pemkab Malaka dan Relawan Cocokkan Data Korban Bencana Banjir Sungai Benenai

BETUN, TIMORline.com-Pemerintah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama seluruh relawan melakukan pencocokkan data korban bencana banjir bandang Sungai Benenai yang terjadi pada Jumat-Minggu (2-4/04/2021).

Kegiatan pencocokkan data ini dilakukan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir Sungai Benenai yang dipandu langsung Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malaka Donatus Bere di Posko Utama Penanganan Banjir Kabupaten Malaka 2021, Selasa (13/04/2021) malam.

Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek memulai Rapat Koordinasi itu dengan mengecek nama dan jumlah relawan yang melakukan pendataan di lapangan. Selain itu, kegiatan pendataan dilakukan di desa mana saja.

Relawan yang sempat hadir adalah CB-Bethesda Yakkum, Biara SSpS Betun, Save The Children dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Betun.

Selanjutnya, Pemkab Malaka memaparkan hasil pendataan yang dilakukan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di masing-masing desa terdampak bencana banjir Sungai Benenai.

Kabag Pemerintahan pada Setda Kabupaten Malaka Rochus Gonzales Funay Seran (berdiri, baju bergaris) saat memaparkan hasil pendataan korban bencana banjir Sungai Benenai versi pemerintah Kabupaten Malaka, Selasa (13/04/2021) malam. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Pemaparan ini dilakukan Kepala Bagian (Kabag) pada Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Malaka Rochus Gonzales Funay Seran. Dari pemaparan itu terungkap sedikitnya 5.634 orang terdiri 1.589 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir Sungai Benenai.

Dari data Pemkab Malaka ini, muncul beragam tanggapan dari peserta rapat. Antara lain dari CB-Bethesda Yakkum, Biara SSpS, Paroki Betun dan Pospera Malaka.

Intinya, data relawan dan Pemkab Malaka berbeda. Relawan mencatat warga Kabupaten Malaka yang terdampak banjir Sungai Benenai sebanyak 9.000 lebih. Sedangkan data Pemkab Malaka 5.634 orang.

Pastor Paroki Betun Romo Edmundus Sako, Pr berkesempatan berbicara dalam.forum Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir Sungai Benenai, Selasa (13/04/2021). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

“Pendataannya seperti apa? Data itu (Pemkab Malaka, red) dari 12 kecamatan di Kabupaten Malaka atau hanya kecamatan tertentu? Ini harus jelas”, kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pospera Kabupaten Malaka Wendy Nahak.

Baca Juga:  Hari Ini, DPRD dan Pemkab Malaka Adakan RDP Bahas Empat Agenda

Wendy dan relawan lain seperti Biara SSpS mempertanyakan pula apakah data pemerintah itu hanya mereka yang berada di titik-titik pos pengungsian pemerintah atau termasuk juga mereka yang berada di pos-pos pengungsian relawan dan warga yang bertahan tinggal di kampung-kampung?

Supaya tidak menimbulkan perdebatan panjang, Penjabat Bupati Viktor langsung meminta para relawan dan penanggungjawab pendataan korban bencana banjir dari pihak pemerintah untuk melebur dalam kelompok.

Dalam kelompok ini, para relawan dan pemerintah melakukan pencocokkan data korban bencana banjir Sungai Benenai. Namun, hasil akhir datanya seperti apa, belum terkonfirmasi.

Penjabat Bupati Viktor Manek dan Sekda Donatus Bere bilang, sesuai instruksi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, data korban bencana banjir itu sudah harus diterima pihak Pemerintah Propinsi NTT pada Rabu (14/04/2021).

“Data itulah yang akan digunakan pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap kerugian yang dialami masyarakat”, demikian Penjabat Bupati Viktor.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar