oleh

Forkompimda Plus Kabupaten Malaka Tinjau Jalan Alternatif Sungai Benenai

BETUN, TIMORline.com-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Plus Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/04/2021), berkesempatan meninjau jalan alternatif Sungai Benenai.

Unsur Forkompimda Plus yang meninjau jalan alternatif ini adalah Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek didampingi Sekda Kabupaten Malaka Donatus Bere, anggota DPRD Malaka dari Fraksi Partai Gerindra Benny Chandradinata dan Dandim 1605/Belu-Malaka Wiji Untoro.

Ada pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka Yohanes Nahak, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Malaka Daniel Bria dan Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Malaka Laurens Haba

Jalan alternatif itu dibuka setelah putusnya Jembatan Benenai diterjang banjir bandang Sungai Benenai pada Minggu (04/04/2021) lalu.

Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek (kanan) dan Sekda Malaka Donatus Bere (tengah) bersama pejabat lainnya saat berada di lokasi jalan alternatif Sungai Benenai, Selasa (13/04/2021). ((Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Terpantau, jalan alternatif dibuka selang sekira 300 meter dari ujung Jembatan Benenai bagian utara. Dari titik ini, badan jalan melintasi hutan jati milik warga Desa Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah.

Panjang jalan sekira 1,5 kilometer. Terhitung dari bibir Jalan Raya Malaka menuju mulut Sungai Benenai bagian barat. Kondisi sebagian permukaan badan jalannya perkerasan. Sisi kiri-kanan jalan dipenuhi pepohonan. Lebih dominan pohon jati.

Sebagian permukaan badan jalan sekira 150 meter menuju mulut Sungai Benenai baru digusur. Sisi kiri-kanannya dipenuhi pepohonan berduri. Saat ini, di antara semak-semak itu, ada rawa di sebelah kiri-kanan.

Lumpur hasil penggusuran terlihat masih basah. Tetapi, untuk saat ini, Forkompimda belum bisa memutuskan untuk melakukan penggusuran lanjutan di dalam air Sungai Benenai. Sebab, terlihat masih terjadi banjir. Arus air kuat, keruh dan dalam.

Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek menjelaskan, jalan alternatif tersebut dibuka untuk memberi akses transportasi ke dan dari Betun sebagai ibukota Kabupaten Malaka dan pusat ekonomi masyarakat Malaka.

Baca Juga:  Wabup TTU Pastikan Ada Biaya Makan-Minum bagi Petugas Covid-19

Tetapi, penggusuran lanjutan dalam air belum bisa dilakukan. Sebab, arus air masih kuat, dalam dan keruh.

“Sekarang kita mau gusur tapi belum bisa. Arus air masih kuat dan keruh. Pak wartawan bisa lihat sendiri. Kalau air begini, kita mau buat apa”, kata Viktor.

Kadis PUPR Kabupaten Malaka Yohanes Nahak bilang, jalan alternatif ini sangat membantu arus perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten Malaka. Ini utamanya masyarakat Malaka yang berada di Kecamatan Malaka, Weliman, Malaka Barat, Wewiku dan Rinhat.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar