oleh

Di Malaka, Warga Desa Builaran Terseret Banjir Ditemukan di Desa Maktihan

BETUN, TIMORline.com-Klara Hoar, warga Desa Builaran Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Almarhumah ditemukan di Desa Maktihan Kecamatan Malaka Barat pada Sabtu (10/04/021) malam. Selanjutnya, almarhumah dikuburkan di kampung halamannya, Builaran, pada Minggu (11/04/2021).

Almarhumah diduga kuat terseret banjir di kebunnya tak jauh dari kampungnya pada Sabtu (03/04) malam atau Minggu (04/04) pagi. Selain Klara, suaminya Paulus Berek juga ikut terseret banjir.

Sejak hari itu, keluarga melakukan pencarian. Sebab, biasanya mereka pulang rumah. Tetapi, hingga Senin (05/04), pasangan suami-istri ini tidak pulang rumah. Oleh keluarga, keduanya dinyatakan hilang.

Upaya pencarian pun dilakukan. Pada hari itu, Senin (05/04), Paulus Berek ditemukan keluarga dan warga Desa Builaran. Sedangkan istrinya, Klara Hoar, belum ditemukan. Paulus dikubur. Tetapi, upaya pencarian terhadap Klara terus dilakukan.

Klara baru ditemukan pada Sabtu (10/04/2021) di Desa Maktihan Kecamatan Malaka Barat. Jarak Desa Builaran di Kecamatan Sasitamean ke Desa Maktihan di Kecamatan Malaka Barat cukup jauh. Desa Builaran di wilayah pegunungan. Dalam bahasa setempat disebut foho. Sedangkan Desa Maktihan di wilayah dataran. Biasa disebut fehan.

Informasi yang diperoleh dari keluarga kedua korban menyebutkan, selama ini pasangan suami-istri Paulus-Klara tinggal di kebun di tepi sungai yang bermuara ke Sungai Benenai.

Pada Sabtu (03/04) malam, terjadi hujan lebat. Intensitas hujan yang tinggi ini menyebabkan Sungai Builaran meluap. Dugaan kuat, keduanya terseret banjir pada malam itu atau Minggu pagi.

Seusai Klara ditemukan, sesuai budaya setempat, mestinya Klara dikubur di Desa Maktihan. Tetapi, keluarga Builaran keberatan. Karena itu, untuk membawa pulang Klara, warga Desa Maktihan sarankan keluarga Builaran membawa pulang jenazah Klara dengan berjalan melalui pinggir Sungai Benenai. Apa maknanya, hingga berita ini ditayangkan belum terkonfirmasi kepada para pemangku adat setempat.

Baca Juga:  Di Belu: PPBP dan ODP Berkurang, PDP dan Orang Terkonfirmasi Nihil

Setelah meninggalkan wilayah Desa Maktihan dan memasuki Desa Motaulun barulah jenazah Klara bersama keluarga Builaran dijemput ambulance. Selanjutnya, jenazah almarhumah Klara dikuburkan keluarga pada Minggu (11/04/2021).

Pasangan Paulus-Klara diinformasikan mempunyai enam orang anak. Anak perempuan satu-satunya tinggal bersama Paulus dan Klara. Sedangkan lima lainnya laki-laki tinggal jauh. Semoga keduanya bahagia di Surga.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar