oleh

Wakil Ketua Komisi I DPRD Malaka: Ada Indikasi Tebang Pilih Pendataan Korban Bencana Banjir

BETUN, TIMORline.com-Wakil Ketua Komisi I DPRD Malaka Frederikus Seran menduga adanya indikasi tebang pilih pendataan korban bencana banjir bandang Sungai Benenai di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data itu tidak betul. Sebab, korban banjir itu ada di mana-mana. Baik korban manusia dan harta maupun infrastruktur pembangunan”, tandas Frederikus, anggota DPRD Malaka dari Partai NasDem dalam rilisnya kepada TIMORline.com, Sabtu (10/04/2021).

Eddy, begitu akrabnya Frederikus Seran, mengatakan, dari data yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui Posko Bencana Banjir 2021 Kabupaten Malaka, banyak desa dan warga Malaka yang terdampak. Tetapi, sesuai data yang dikeluarkan Posko, hanya empat kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat, Weliman dan Wewiku.

“Lalu kecamatan lain di mana. Kecamatan lain kan juga terdampak. Kenapa tidak ada datanya. Berarti pendataannya tebang pilih kan”, tandas Eddy.

Eddy menyebutkan, di Kecamatan Rinhat ada sedikitnya enam desa yang terdampak bencana banjir. Enam desa itu adalah Desa Wekeke, Boen, Tafuli, Naet, Wekmurak dan Desa Nanebot.

“Lahan pertanian dan ternak warga ludes dibawa banjir pada saat itu. Ada juga satu korban jiwa yang dibawa banjir. Tetapi, seperti yang saya bilang tadi, kenapa mereka ini tidak ada datanya. Kalau pemerintah tidak tebang pilih, lalu namanya apa”, begitu tanya Eddy retoris.

Tidak hanya Kecamatan Rinhat yang menjadi daerah pemilihannya. Di Kecamatan Io Kufeu, Sasitamean, Laenmanen, Botin Leobele, Malaka Timur dan Kobalima juga demikian.

Padahal, menurut Eddy, desa-desa dan warga di wilayah itu juga terdampak banjir. “Ada warga yang dibawa banjir, jalan raya dan jembatan rusak. Belum lagi tanaman mereka di sepanjang bantaran kali”, kata Eddy.

Baca Juga:  Tumpukan Pasir Empat Bulan di Badan Jalan Resahkan Warga Fahiluka-Malaka

Atas kondisi itu, Eddy memastikan kalau sampai dengan saat ini pemerintah secara berjenjang belum merespon sama sekali dampak banjir di wilayah Kecamatan Rinhat sebagai hulu Sungai Benenai dan desa-desa lain di wilayah pegunungan Kabupaten Malaka.

“Saya minta pemerintah desa dan kabupaten segera memberi perhatian serius atas musibah yg terjadi di wilayah Kecamatan Rinhat dan kecamatan lain di pegunungan. Perlu ada langkah konkrit”, demikian Eddy.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar