oleh

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti: Indonesia Berada di Arus Perubahan yang Mendasar

KUPANG, TIMORline.com-Arus globalisasi yang terus menguat saat ini membawa Indonesia berada dalam pusaran arus perubahan yang sangat mendasar. Ini ditandai  kuatnya tarikan  fundamentalisme pasar bebas dan fundamentalisme yang didasari keyakinan tertentu.

Hal ini diungkapkan Ketua DPD RI AA La Nyala Mahmud Mattaliti dalam Seminar Hukum Nasional Himpunan Muda Sarjana Hukum Indonesia (Himshi) secara virtual melalui aplikasi zoom, Sabtu (10/04/2021). Dalam seminar ini, panitia menghadirkan Ketua DPD RI La Nyala Mattaliti sebagai Keynote Speech.

Menurut La Nyala, jika pada masa Orde Baru tekanan globalisasi bertujuan agar Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi masuknya kekuatan ekonomi dan politik asing, pada era Reformasi justru tekanan globalisasi bertujuan Indonesia semakin terintegrasi ke dalam sistem politik, ekonomi, dan budaya global yang berada dalam kendali kekuatan multinasional yang berwatak kapitalis neoliberalisme.

“Intergrasi ini ditandai dengan sejumlah perjanjian internasional sebagai konsekuensi pergaulan internasional yang memaksa kita untuk menjalaninya”, kata La Nyala.

Para peserta mengikuti Seminar Nasional Himshi secara virtual, Sabtu (20/04/2021). (Foto: Istimewa/Panitia).

Saat ini, kata La Nyala, yang menjadi persoalan adalah perjanjian-perjanjian atau ratifikasi hukum internasional tersebut berlatar kebutuhan kita atau kebutuhan mereka?

Atau dalam kalimat lain, perjanjian-perjanjian internasional atau ratifikasi hukum internasional itu berujung pada keuntungan untuk kita atau keuntungan untuk mereka?

“Secara teori, the greatest happiness is a greatest number, artinya yang terpenting dari perjanjian internasional atau ratifikasi tersebut adalah siapa yang diuntungkan, kita atau mereka”, kata La Nyala retoris.

La Nyala menegaskan, semua perjanjian yang Indonesia tandatangani dan ratifikasi mengandung konsekuensi kepada Indonesia untuk memproduksi hukum.

Seminar hukum nasional ini dihadiri 407 peserta dari seluruh Indonesia. Hadir pula Kordinator Wilayah Himshi antara lain Korwil Jawa Dr Isnaini Ramadhan, SH, MHum, Korwil Sumatra Bismar Parlindungan Siregar, SH, MH, Korwil Papua-Maluku Ramses Fello, SH dan korwil-korwil lain.

Baca Juga:  Binrohtal di Polres Malaka, Kapolres Malaka Tegaskan Ini

Bertindak sebagai Master of Seremony atau MC adalah Dr. Detji K.E.R Nuban, SH, MHum.

Seminar hukum nasional ini dirangkaikan dengan Musyawarah Nasional (Munas) Himshi. Dalam Munas ini, dilakukan pergantian Ketua Umum dan kepengurusan Himshi Nasional.

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar