oleh

Diterjang Banjir Sungai Benenai, Inilah Kerugian Material yang Diderita Warga Malaka

BETUN, TIMORline.com-Warga Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diterjang banjir Sungai Benenai selama tiga hari, Jumat-Minggu (2-5/04/2021). Peristiwa itu meninggalkan derita yang panjang bagi warga setempat. Sebab, sebagai akibatnya mereka harus kehilangan tempat tinggal. Ternak peliharaan mereka juga hanyut disapu banjir.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka Gabriel Seran dalam keterangannya kepada media di Betun, Jumat (09/04/2021), mengatakan, berbagai kerusakan atau kerugian material yang dialami masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Malaka terus dilakukan pendataan.

“Data-data itu penting dan sangat dibutuhkan untuk tahap pemulihan”, tandas Kalak Gabriel.

Untuk saat ini, kata Gabriel,  semua kepala desa dan camat terus melakukan pendataan. Mereka sudah diperintahkan. Yang perlu didata adalah apa saja kerusakan atau kerugian material yang dialami masyarakat terdampak banjir.

Rumah warga Malaka yang terendam banjir. (Foto: Facebook).

Data sementara yang masuk di Posko Bencana Banjir Kabupaten Malaka hingga Jumat, 9 April 2021, menyebutkan, sedikitnya 4.276 rumah milik warga  rusak diterjang banjir. Rinciannya, rusak berat sebanyak 3.848 rumah. Sedangkan rusak ringan 428 rumah.

Ada pun ternak peliharaan warga yang hanyut disapu banjir atau mati terjebak banjir. Jumlah sementara  hingga Jumat, 9 April 2021,  ternak peliharaan warga yang hanyut atau mati terjebak banjir sekira 2.251 ekor.

Rinciannya, sapi 207 ekor, babi 1.086 ekor, kambing 244 ekor, ayam 665 ekor dan bebek/itik 49 ekor.

Kerusakan atau kerugian material ini merupakan hasil laporan masyarakat dan pendataan pemerintah empat kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat, Weliman dan Wewiku.

Kerusakan atau kerugian material terbanyak  berupa rumah terjadi di Kecamatan  Weliman sebanyak 401 rumah di Desa Kleseleon. Rinciannya, rusak berat sebanyak 365 rumah dan rusak ringan sebanyak 36 rumah.

Baca Juga:  Peristiwa Kerumunan di Maumere dan Massa Rizieq Shihab Jangan Dipaksakan 'Sama'

Urutan kedua, masih di Kecamatan Weliman di Desa Wederok dengan rumah yang rusak sebanyak 376 unit. Rinciannya,  rusak berat 331 rumah dan rusak ringan 45 rumah. Jumlah yang sama terdapat di Desa Naimana Kecamatan Malaka Tengah. Rinciannya, 318 rumah rusak berat dan 58 rumah rusak ringan.

Desa Fahiluka di Kecamatan Malaka Tengah berada di urutan ketiga dengan jumlah rumah yang rusak sebanyak 353 rumah. Rinciannya, 311 rumah rusak berat dan 42 rumah rusak ringan.

Foto Kolase: Sapi peliharaan warga Malaka.yang mati terjebak banjir. (Foto: Facebook).

Ada pun kerugian material berupa ternak peliharaan milik warga yang hanyut atau mati terjebak banjir, yakni sapi, babi, kambing, ayam dan bebek/itik.

Warga Desa Motaulun di Kecamatan Malaka Barat paling banyak mengalami kerugian. Sekira 239 ekor ternak hanyut atau mati terjebak banjir. Rinciannya, sapi 15 ekor, babi 134 ekor, kambing 32 ekor dan ayam 58 ekor.

Desa Wederok di Kecamatan Weliman berada di urutan kedua. Sekira 192 ekor ternak peliharaan hanyut atau mati terjebak banjir. Rinciannya, sapi 8 ekor, babi 112 ekor, kambing 26 ekor, ayam 46 ekor dan bebek/itik 14 ekor.

Urutan ketiga ditempati Desa Naimana di Kecamatan Malaka Tengah. Sekira 154 ekor ternak peliharaan warga setempat hanyut atau mati terjebak banjir. Rinciannya, sapi 100 ekor, babi 37 ekor, kambing 7 ekor, ayam 34 ekor dan bebek/itik 10 ekor.

Selain rumah dan ternak peliharaan, kerugian material lain yang diderita masyarakat Malaka adalah rusaknya bangunan jembatan, bangunan jalan, pengaman sungai/tanggul/saluran irigasi.

Kerugian lain adalah rusaknya areal persawahan dan ladang milik warga dengan sebarannya, masih di empat kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat, Weliman dan Wewiku.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar