oleh

5.634 Warga Malaka Terkena Dampak Banjir Sungai Benenai

BETUN, TIMORline.com-Sedikitnya 5.634 warga Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkena dampak banjir Sungai Benenai. Hal ini terjadi setelah meluapnya sungai tersebut pada 2-4 April 2021.

Warga kemudian diungsikan ke tempat yang lebih aman di Kota Betun dan sekitarnya. Kini, mereka diinapkan di 10 titik tempat penampungan, yakni SDI Betun Kota 764 orang, SDK 1 Betun 777 orang, SDK 2 Betun 284 orang, SMPK Sabar Subur Betun 1.455 orang, SDN Bakateu 633 orang, SDI Kletek 256 orang, SD GMIT 609 orang, SDK Kamanasa 170 orang, SDI Tabene 472 orang dan Malaka Barat 214 orang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malaka Gabriel Seran. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kepala Pelaksana Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka Gabriel Seran dalam keterangannya kepada media di Posko Penanganan Bencana Banjir, Betun, mengungkapkan, hingga Jumat (09/04/2021) sore pukul 17.00 wita, perkembangan data terkini pengungsi yang masuk ke Posko Bencana Banjir Kabupaten Malaka sebanyak 5.634 orang, terdiri dari 1.589 kepala keluarga (KK).

Para pengungsi ini berasal dari 29 desa dari 127 desa yang ada di Kabupaten Malaka.

Pada umumnya mereka berada di wilayah dataran di dua kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Tengah dan Malaka Barat.

Suasana di dapur umum Posko Utama Bencana Banjir di Susteran SSpS, Betun. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Sebagai langkah tanggap darurat, kata Gabriel, pihaknya membuka Posko Utama dan Dapur Umum di Aula Susteran SSpS Betun. Dari sini, kebutuhan makan-minum dikelolah lalu disuplay ke titik-titik tempat penampungan pengungsi.

Sedangkan warga terdampak banjir yang tetap tinggal di rumah atau mengungsi ke rumah keluarga, sesuai aturan kebencanaan, tidak menjadi tanggungjawab Posko Utama.

Bantuan terus mengalir bagi warga Malaka yang terdampak banjir Sungai Benenai. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Posko ini menerima bantuan berbagai pihak bagi para pengungsi dari berbagai kalangan. Baik dari gereja, paguyuban, komunitas, organisasi maupun lembaga.

“Bantuan-bantuan itu berupa sembako yang diperuntukkan bagi pengungsi melalui dapur umum yang ada”, kata Gabriel.

Baca Juga:  Gugus PAUD Motadikin-Malaka Lepas 71 Lulusan

Dijelaskan, pada umumnya warga mengungsi karena rumah mereka terendam atau disapu bawa banjir. Ini terjadi saat Sungai Benenai meluap pada 2-4 April 2021.

Dari data yang ada di Posko Bencana Banjir Kabupaten Malaka, desa-desa yang terendam banjir adalah Desa Lamudur sebanyak 367 rumah, Forekmodok 424 rumah, Fahiluka 790 rumah, Bereliku 219 rumah, Naimana 352 rumah, Railor Tahak 266 rumah, Lawalu 450 rumah dan Suai 50 rumah.

“Kemungkinan datanya terus bertambah baik data pengungsi maupun kerusakan-kerusakan yang terjadi. Sebab, kita sudah minta para kepala desa dan camat untuk memasukkan datanya”, demikian Gabriel.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar