oleh

Gubernur VBL Pecat Kepala BPBD NTT, Siapa Menyusul?

KUPANG, TIMORline.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) resmi memecat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi NTT, Thomas Bangke.

Thomas dipecat gegara tidak responsif terhadap bencana yang terjadi di NTT yang terjadi pada 2-5 April 2021.

Sebagai gantinya, Gubernur VBL menunjuk Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD NTT.

Pemecatan terhadap Thomas Bangke dilakukan Gubernur VBL pada Rabu, 7 April 2021.

Sekretaris Daerah Propinsi NTT Benediktus Polo Maing yang dikonfirmasi media, Kamis (08/04/2021), membenarkan pemberhentian Kepala BPBD NTT.

“Iya benar. Beliau diberhentikan,” ujar Sekda Benediktus.

Hingga Rabu 7 April 2021, pukul 21.00 Wita, total korban tewas akibat bencana alam banjir bandang hingga longsor di NTT mencapai 138 orang.

Flores Timur mencatat 67 orang meninggal dunia, sedangkan 5 orang masih hilang. Di Kabupaten Alor, 25 orang meninggal dunia, 20 masih hilang.

Di Kabupaten Malaka 4 orang meninggal dunia, Kabupaten Kupang 5 orang meninggal dunia, Kabupaten Lembata 32 orang meninggal dunia, 35 masih hilang.

Kemudian di Sabu Raijua yang meninggal 2 orang. Di Ende, Kota Kupang dan Ngada masing-masing 1 orang.

Total korban meninggal yang telah ditemukan datanya mencapai 138 orang dan yang masih dalam pencarian sebanyak 68 orang.

Merespon bencana banjir ini, Gubernur VBL langsung turun ke daerah-daerah. Antara lain ke Kabupaten Malaka.

Pada Selasa (06/04/2021) malam, Gubernur VBL membezuk langsung korban bencana banjir Sungai Benenai di berbagai kamp pengungsian di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, dan sekitarnya.

Antara lain di SMPK Sabar Subur Betun, SDK 1 Betun, SDK 2 Betun, SD GMIT Betun dan SMP Kristen Betun.

Pada keesokan harinya, Rabu (07/04), Gubernur VBL menggunakan helikopter dari udara memantau kondisi terkini banjir di Kabupaten Malaka. Sekalian melakukan melihat langsung dari udara kondisi kerusakkan infrastruktur di daerah ini.

Baca Juga:  Kristoforus Rin Duka Dilantik Jadi Anggota DPRD Belu

Untuk urusan warga korban bencana banjir, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka membuka Posko Utama dan dapur umum di Susteran SSpS Betun.

Sejak Posko Utama dan Dapur Umum dibuka, Minggu (04/04), bantuan terus mengalir dari berbagai pihak. Baik dari gereja, paguyuban, kalangan Muslim dan masyarakat umum.

Kalau Gubernur VBL memecat Kepala BPBD NTT karena tidak responsif terhadap bencana banjir di NTT, apakah pejabat daerah serupa di bawah akan mengalami hal serupa?

Sebab, di daerah tertentu, tidak hanya Kepala BPBD-nya yang tidak responsif tetapi hampir semua pejabat. Mereka masih berkutat dengan rapat koordinasi dan pembahasan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

Evakuasi korban banjir dari kampung-kampung lebih banyak dilakukan jajaran TNI dan Polri.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar