oleh

Posko Kesehatan Tanpa Dokter, Henri Simu: Pelayanan Kesehatan Pengungsi Banjir Mestinya seperti saat Demonstrasi Nakes

BETUN, TIMORline.com-Masyarakat umum dan khususnya warga korban bencana banjir bandang Sungai Benenai Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan pelayanan kesehatan bagi mereka. Sebab, memasuki hari ketiga pengungsian warga, di kamp-kamp yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka tidak ada dokter. Bahkan, tidak ada Posko Kesehatan.

Kondisi ini sangat meresahkan warga Malaka dan keprihatinan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Malaka Henri Melki Simu.

Keluhan warga dan keprihatinan Henri ini diungkapkan kepada TIMORline.com di Lopo Susteran SSpS Betun, Selasa (06/04/2021). Hadir di lopo ini, Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek, dua Wakil Ketua DPRD Malaka masing-masing Hendrikus Fahik Taek dan Devi Hermin Ndolu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka Yohanes Nahak dan Kepala Sat Pol PP Daniel Bria.

Menurut Henri, di kamp-kamp pengungsian ada Posko Kesehatan. Tetapi, petugas medis tidak ada, termasuk dokter. Bahkan, kalau pun ada dokter, justru obat tidak ada.

“Dalam hal darurat seperti ini, kita jangan tunggu orang sakit. Tetapi, petugas medis harus siaga di tempat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pengungsi”, tandas Henri.

Henri mengaku senang sekali kalau tenaga kesehatan (nakes) termasuk dokter dan obat-obatan sudah harus disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka bagi para pengungsi di kamp-kamp yang sudah disiapkan. Antara lain di SD GMIT Betun, SMP Kristen, SMPK Sabar Subur, SDK 1 Betun, SDK 2 Betun, SDI Bakateu dan Aula Gereja Katolik Dekenat Malaka.

Henri sendiri memastikan kalau Posko Pengungsi SD GMIT Betun tidak ada dokter. “Di sana tidak ada dokter. Kalau ada orang bilang di sana ada dokter, itu omong kosong. Saya baru datang dari sana”, kata Henri disaksikan langsung Penjabat Bupati Viktor dan dua Wakil Ketua DPRD Malaka, yakni Hendrikus Fahik Taek dan Devi Hermin Ndolu.

Baca Juga:  Di Malaka, Peringatan Hari Lahir Pancasila Diwarnai Aksi GEMPAR

Sambil tertawa kecil, Henri mengaku senang sekali bila pelayanan kesehatan mengalir bagi pengungsi korban bencana banjir seperti aksi demonstrasi nakes di Kantor DPRD Malaka beberapa waktu lalu.

“Saat itu, ambulance konvoi panjang sambil membunyikan sirene kayak orang Malaka sudah mati semua. Semangat melayani pengungsi Malaka harus seperti konvoi ambulance itu”, ungkap Henri sambil tersenyum dan meminta wartawan untuk memberitakan pernyataannya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Malaka Henri Melki Simu (kiri baju kuning) dan Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek (baju biru) bersama pejabat Kabupaten Malaka lainnya briefing di Aula Susteran SSpS Betun, Selasa (06/03/2021) siang. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Secara terpisah masih di area Susteran SSpS Betun, terkuping Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek menelepon seorang pejabat. Viktor meminta pejabat itu untuk segera menempatkan nakes di setiap posko.

“Satu posko satu dokter”, tandas Penjabat Bupati Viktor melalui telepon selulernya. Viktor tampak sedikit kecewa. Sebab, penempatan satu dokter satu posko itu sudah disepakati dalam rapat Forkompimda Plus”, kata Penjabat Viktor.

Viktor tidak ingin Pemkab Malaka dicap cuek dalam menangani pengungsi. Sebab, ada pihak lain seperti TNI dan Polri yang saat ini sangat serius dan siaga membantu Pemkab Malaka menangani pengungsi.

“Ini kerja kita bersama”, demikian Penjabat Bupati Viktor.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar