oleh

Jembatan Trans Nasional Timor Bagian Selatan ‘Malaka’ Putus Diterpa Banjir, Akses Masuk-Keluar Terhenti

BETUN, TIMORline.com-Jembatan trans nasional Timor bagian selatan di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) putus diterpa banjir bandang. Akses masuk dan keluar wilayah ini dari semua arah terhenti.

Jembatan Benenai sebagai jembatan terbesar dan terpanjang sekalian menjadi simbol kebesaran daerah ini putus pada Minggu (04/04/2021) pagi.

Kondisi terkini Jembatan Benenai di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka.

Sebelumnya, pada Jumat (02/04/2021), jembatan ini hanya mengalami retak sekira 50 sentimeter. Warga setempat pun masih nekat melintas. Terutama para pejalan kaki, pengguna sepeda motor dan kendaraan roda empat.

Setelah dilakukan pengukuran, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka menyatakan kalau yang bisa melintas di jembatan ini hanya kendaraan yang bertonase maksimal lima ton.

Untuk itu, Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek memerintahkan pihak Dinas Perhubungan setempat untuk memasang rambu peringatan bagi para pelintas seperti yang dinyatakan pihak Dinas PUPR Kabupaten Malaka.

Kondisi kerusakan jembatan semakin parah pada Sabtu (03/04/2021) sore. Saat itu, kondisi kerusakan jembatan mengalami kemiringan pada blok 3 dan 4 setelah diterjang banjir satu malam satu hari.

Salah satu ujung blok 4 terlepas dari blok 3 dan nyaris jatuh ke tengah-tengah Sungai Benenai. Hal serupa terjadi pada salah satu ujung blok 3. Pada Minggu (04/04) pukul 16.00 wita, warga pejalan kaki dan pengendara sepeda motor dinyatakan tidak melintas lagi di sini. Sementara banjir semakin menggila.

Meskipun demikian, ratusan warga mendatangi lokasi jembatan yang terletak di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman. Mereka ingin tahu kondisi banjir dan memastikan kerusakan jembatan. Momen ini digunakan warga untuk melakukan foto-foto sendiri sebagai kenangan.

Bahkan, ada warga yang terlalu gegabah mengklaim kerusakan jembatan disertai banjir bandang ini sebagai destinasi wisata bencana. Sekalian viralkan di media sosial.

Baca Juga:  Ketua NU Malaka: Idul Fitri Bangkitkan Semangat Kemanusiaan

Banjir titipan dari wilayah pegunungan Kabupaten Malaka dan dua kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU) akibat intensitas curah hujan yang tinggi selama sepekan terakhir, menyebab Jembatan Benenai tidak bertahan berdiri megah.

Tidak dipastikan pukul berapa, tetapi jembatan yang diresmikan Gubernur NTT Ben Mboi pada 1984 ini putus total pada Minggu (04/04) malam. Semua akses putus.

Jembatan ini berada di jalur trans nasional Timor bagian selatan. Sehingga, putusnya jembatan ini membuat semua akses warga terhenti total dari dan ke Malaka.

Sebagai jalan nasional, warga Kabupaten Malaka menggunakan semua jenis kendaraan melintas di sini untuk dari dan ke Kupang sebagai ibukota Propinsi NTT. Wilayah yang dilewati adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang merupakan wilayah terluas di trans nasional Timor bagian selatan ini. Selanjutnya, memasuki Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

Jembatan Kakiun-Fatukro putus pada Minggu (04/04/2021).

Selain jembatan Benenai, ada pula Jembatan Kakiun-Fatukro di perbatasan Desa Manulea dan Builaran Kecamatan Sasitamean. Jembatan ini putus diterpa banjir pada Minggu (04/04/2021) pagi. Sebagian kerangka jembatan disapu banjir. Kondisi ini dalam sekejap viral di media sosial facebook dan youtube.

Jembatan ini letaknya di wilayah Desa Manulea di ruas jalan nasional Pulau Timor bagian tengah yang menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu dengan Kabupaten Malaka. Tepatnya di ruas jalan Takas Desa Tesa Kecamatan Laenmanen menuju Umasakaer Desa Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah.

Sudah pasti, putusnya Jembatan Kakiun-Fatukro atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Kaputu ini melumpuhkan semua akses warga beberapa kecamatan dari dan ke Betun, ibukota Kabupaten Malaka. Antara lain sebagian warga Kecamatan Sasitamean, sebagian warga Kecamatan Botin Leobele, Io Kufeu dan Laenmanen.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Numponi sangat Antusias Hadiri Kampanye Pertemuan Terbatas SBS-WT

Jembatan lainnya adalah Jembatan Kolobeuk di Desa Numponi Kecamatan Malaka Timur. Biasanya dikenal dengan Jembatan Numponi. Jembatan ini menghubungkan wilayah Kecamatan Malaka Timur dengan Laenmanen di bagian utara dan Malaka Tengah di bagian tengah.

Jembatan Kolobeuk di Desa Numponi Kecamatan Malaka Timur putus pada Minggu (04/04/2021).

Atau bila dari sini lebih memilih jalur timur, warga akan melewati wilayah Kecamatan Kobalima baru masuk ke wilayah Kecamatan Kobalima Timur dan Betun yang adalah ibukota Kecamatan Malaka Tengah sekaligus ibukota Kabupaten Malaka.

Tetapi, kini semua akses masyarakat melalui jembatan ini terhenti. Sebab, jembatan ini rusak total sejak Minggu (04/04/2021). Bahkan, dari foto warga dan video amatir yang beredar luas, kerangka jembatan ini disapu banjir dan tersangkut di tepian sungai tersebut dekat pemukiman warga.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka Yohanes Nahak yang dihubungi melalui telpon selulernya Senin (05/04/2021) mengatakan, banjir bandang kali ini sangat berdampak. Korbannya tak terhitung. Baik korban fisik bangunan, harta maupun manusia.

“Saat ini kita fokus di korban manusia. Korban fisik bangunan nanti dulu, kita tunggu banjir berhenti”, kata Kadis Yohanes.

Untuk urusan korban manusia, demikian Kadis Yohanes, pihaknya bersama dinas terkait dan pihak lain terutama TNI/Polri masih berada di wilayah Aintasi (pesisir timur Kabupaten Malaka, red) untuk melakukan evakuasi warga ke Kota Betun.

“Sejak tadi malam (maksudnya Minggu malam, red) jam 07.00 wita (maksudnya jam 19.00 wita, red) sampai dengan saat ini kami masih siaga di lokasi banjir untuk mengevakuasi warga ke Kota Betun”, kata Kadis Yohanes.

Terpantau, warga Aintasi yang terdiri dari warga Desa Naimana, Fahiluka, Railor Tahak, Bereliku dan Lawalu, semuanya di Kecamatan Malaka Tengah, dievakuasi ke Kota Betun. Mereka diinapkan di SMPK Sabar Subur Betun, SDK 1 Betun, SDK Betun 2 Betun, SD GMIT Betun dan Aula Pusat Gereja Katolik Dekenat Malaka.

Baca Juga:  Anggota Satgas Yonif 132/BS Bangun Saluran Irigasi di Perbatasan Timor

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar