oleh

Lima Kecamatan Terendam Banjir, Pemkab Malaka Pasok Air Bersih Pakai Tanki

BETUN, TIMORline.com-Lima kecamatan di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara terendam banjir. Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Malaka Tengah, Kobalima, Malaka Barat, Weliman dan Wewiku.

Di Kecamatan Malaka Tengah, banjir merendam lima desa, yakni Desa Naimana, Fahiluka, Railor Tahak, Lawalu dan sebagian Desa Bereliku.

Di Kecamatan Kobalima, banjir merendam, antara lain Desa Lakekun Utara, Lakekun Barat dan Rainawe.

Di Kecamatan Malaka Barat, banjir merendam, antara lain Desa Motaain, Oanmane, Fafoe, Umatoos, Umalor, Rabasa, Raimataus, Rabasa Hain, Rabasa Haerain, Motaulun, Maktihan dan Na’as.

Di Kecamatan Weliman, banjir merendam, antara lain Desa Kleseleon, Forekmodok, Lamudur dan Lakulo.

Di Kecamatan Wewiku, banjir merendam, antara lain Desa Badarai, Weoe dan Biris.

Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek dalam keterangan persnya di Wisma Viktori, Betun-ibukota Kabupaten Malaka, Sabtu (03/04/2021), menjelaskan, kondisi sebagian masyarakat Kabupaten Malaka demikian menyusul intensitas curah hujan yang tinggi selama satu pekan terakhir.

Penjabat Bupati Malaka Viktor Manek (berdiri di sudut bak) saat memantau langsung pasokan air bersih bagi warga Dusun Kotun Desa Naimana Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (03/04/2021). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

“Curah hujan yang tinggi inilah yang menyebabkan meluapnya Sungai Benenai selama satu minggu terakhir”, kata Penjabat Viktor.

Untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, Penjabat Viktor bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malaka Donatus Bere dan seluruh kekuatan jajarannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka untuk turun langsung di lokasi.

Malahan, setelah dilantik pada Sabtu (27/03/2021), pada keesokan harinya, Minggu (28/03), Penjabat Viktor langsung turun memantau lokasi sumber banjir di Desa Oanmane.

Sejak itu, master lulusan Universitas Indonesia ini aktif berkoordinasi dengan Gubernur NTT untuk penanganan bencana dan pengendalian banjir Sungai Benenai di Kabupaten Malaka.

Atas koordinasi itu, Penjabat Viktor bilang, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah memerintahkan dinas terkait untuk dilakukan perbaikan.

Baca Juga:  Kades Tunabesi dan Camat Io Kufeu Menangis di Hadapan Tim Kedubes Australia dan Bank Dunia

Di tingkat Kabupaten Malaka, Penjabat Viktor sudah memerintahkan dinas terkait untuk mendata kerusakan yang dialami masyarakat Malaka akibat luapan Sungai Benenai.

Antara lain Kepala Pelaksana Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Malaka, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka, Dinas Sosial Kabupaten Malaka.

Perintah yang sama ditujukan pula kepada para Camat dan Kepala Desa yang wilayahnya terpapar banjir Sungai Benenai.

Satu-satunya bak air bersih yang dimiliki warga Dusun Kotun Desa Naimana saat ini. Gambar diambil, Sabtu (03/04/2021). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Menurut Penjabat Viktor, kondisi riil yang dialami masyarakat Malaka yang terpapar banjir Sungai Benenai saat ini adalah ketiadaan air bersih. Sebab, sumber-sumber air seperti sumur dan tempat penampungan air seperti bak air, sudah pada kotor dan dipenuhi lumpur.

Karena itulah, pada Sabtu (03/04/2021), Penjabat Bupati Viktor bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk sejumlah Camat membawa air bersih kepada warga yang terpapar banjir di wilayah Kecamatan Malaka Tengah. Antara lain di Desa Naimana, Fahiluka, Railor Tahak dan Lawalu.

Untuk itulah Penjabat Viktor melepas secara resmi dengan mengerahkan semua tanki air dari 12 kecamatan di Kabupaten Malaka ke wilayah-wilayah banjir.

“Saya minta tanki air yang ada ini siaga di tempat dan melayani masyarakat dari rumah ke rumah sampai situasi pulih”, pesan Viktor.

Viktor kemudian bersama-sama dengan para pimpinan OPD dan sejumlah camat bergerak ke wilayah terpapar banjir.

Wilayah pertama yang dituju adalah Desa Naimana, dengan mengambil titik di Dusun Kotun. Dusun transmigrasi lokal (translok) ini dihuni 103 kepala keluarga (KK).

Di sini, tanki air yang siaga melayani masyarakat adalah tanki air milik Pemkab Malaka dari Kecamatan
Malaka Tengah.

Hal serupa dilakukan Sekda Kabupaten Malaka Donatus Bere di Kantor Camat Malaka Barat.

Baca Juga:  Bupati Malaka Tinjau 'Hotel Gratis' Kontingen ETMC 2019

Terpantau, Penjabat Viktor aktif bincang-bincang dengan warga. Natalia de Fatima, warga setempat, menjelaskan, di dusunnya ada dua bak air. Tetapi, satu di antaranya rusak. Sehingga, tidak bisa dipakai.

“Bak yang baik hanya satu ini”, tandas Natalia sambil menunjuk bak air yang sementara diisi air bersih dari tanki.

Menurut Natalia, ada beberapa sumur milik warga tetapi airnya asin. Sehingga, airnya tidak bisa dikonsumsi. Untuk konsumsi hari-hari, mereka harus berjalan sekira satu kilometer untuk mengambil air bersih dari sumur lain.

“Sumurnya jauh. Kalau banjir begini, airnya kotor. Tetapi, air tidak asin sehingga kami harus simpan lama supaya lumpur dan kapurnya turun di dasar dulu baru dipakai. Kalau air di bak ini hanya untuk mandi dan cuci”, urai Natalia.

Warga bersihkan halaman SDK Fahiluka Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (03/04/2021). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Terpantau, rumah-rumah warga digenangi air dan dipenuhi lumpur. Ada tuan rumah yang sementara bersihkan. Baik di bagian dalam maupun halaman rumah.

Sebagian lain, terlihat duduk-duduk di depan rumah panggung milik mereka. Sambil memandangi lumpur yang terbentang di halaman rumah dan air yang mulai surut dan mengering.

Meskipun demikian, di beberapa titik, ada anak-anak, remaja dan ibu-ibu yang bermain air penuh kegirangan di selokan air di sepanjang bahu jalan di samping dan halaman SDK Fahiluka.

Tanaman jagung milik warga tampak rata dengan tanah. Air dan lumpur masih terlihat di badan jalan.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar