oleh

Rizieq Shihab Sebut Jaksa Dungu, PKB Minta Wibawa Pengadilan Dijaga

JAKARTA, TIMORline.com-Rizieq Shihab menyebut Jaksa Penuntut Umum dungu dan diazab Allah saat membacakan eksepsi saat sidang secara langsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengingatkan Rizieq Shihab soal etika saat bersidang.

“Aturan dan etika hukum acara di Pengadilan harus ditegakkan, jangan ada kegaduhan sehingga menurunkan wibawa pengadilan,” kata Jazilul saat dihubungi, Sabtu (27/03/2021).

Jazilul menilai Rizieq seperti tengah melakukan drama ketika menyampaikan eksepsi di persidangan saat itu. Dia pun mengingatkan pengadilan merupakan tempat mencari keadilan.

“Hemat saya, Pengadilan tempat mencari keadilan, bukan tempat drama apalagi dagelan. Pengadilan mesti dijaga wibawanya,” ucapnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini tidak membantah pembacaan eksepsi saat sidang merupakan hak Rizieq sebagai terdakwa. Meski demikian, dia menyebut semua pihak tetap harus beretika.

“Eksepsi hak terdakwa. Namun agar semua pihak menjaga etika,” ujarnya.

Habib Rizieq menuding Kepolisian dan Kejaksaan melakukan permufakatan jahat karena menyamakan undangan acara Maulid Nabi dengan hasutan melakukan kejahatan. Dia menilai hal tersebut bentuk dari logika sesat.

“Saya dan panitia Maulid mengundang umat datang untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai suri tauladan, bukan untuk menghasut umat melakukan kejahatan. Jika undangan Maulid difitnah oleh Kepolisian dan Kejaksaan sebagai hasutan kejahatan berkerumun, maka saya khawatir ke depan azan panggilan salat ke masjid dan undangan kebaktian di gereja serta imbauan ibadah di pura dan klenteng juga akan difitnah sebagai hasutan kejahatan berkerumun, sehingga ini akan menjadi kriminalisasi agama,” ungkapnya.

Setelah menyampaikan tudingannya, Rizieq mengajak Kepolisian dan Kejaksaan bertobat. Dia mengatakan bahwa hasutan kejahatan dalam kasusnya merupakan fitnah.

Baca Juga:  Ketua Umum PPWI: Sejak Kapan Virus Corona Tebang Pilih Wartawan

“Demi Allah, saya bersumpah bahwasanya hanya manusia tidak beragama atau anti-agama yang memfitnah undangan ibadah sebagai hasutan kejahatan. Karenanya, melalui sidang ini, saya serukan kepada kepolisian dan kejaksaan, segeralah tobat kepada Allah SWT sebelum kalian kena azab Allah SWT,” tegasnya.

Tak hanya itu, Rizieq ternyata juga sempat menyebut Jaksa penuntut umum dungu dan pandir.

“Semua ormas dilindungi konstitusi dan perundang-undangan. Jadi, di sini jelas, JPU sangat dungu dan pandir”, demikian Rizieq saat itu.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: detik.com

Komentar