oleh

Warga Desa Angkaes di Malaka Pertanyakan Pemanfaatan Anggaran TP-PKK Empat Tahun Anggaran

BETUN, TIMORline.com-Warga Desa Angkaes Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mempertanyakan pemanfaatan anggaran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( TP-PKK) desa tersebut.

Anggaran ini empat tahun anggaran, terhitung Tahun Anggaran (TA) 2017, 2018, 2019 dan 2020. Jumlah mata anggarannya bervariasi dengan total anggaran sebesar Rp32.513.000,00 atau Rp32,5 juta.

Informasi yang diperoleh TIMORline.com dari warga setempat menyebutkan, selama empat tahun anggaran tersebut, TP-PKK Desa Angkaes selalu mendapat alokasi anggaran dengan jumlah bervariasi. Tetapi, selama empat tahun anggaran itu diinformasikan tidak ada kegiatan sama sekali.

Bahkan, istri Kepala Desa (Kades) Angkaes Blandina Hoar selaku Ketua TP-PKK Desa Angkaes, tidak pernah ada rapat sama sekali dengan anggota.

“Untuk datang di kantor saja, tidak. Lalu, anggaran setiap tahun itu untuk apa”, tanya warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Masih menurut warga. Selama empat tahun anggaran tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) selalu mengalokasikan anggaran khusus untuk transportasi TP-PKK Desa Angkaes. Anggaran itu untuk kegiatan TP-PKK.

“Kalau ada anggaran seperti itu, jelas untuk organisasi, bukan untuk pribadi ibu ketua. Jadi, ibu ketua tidak bisa pakai sendiri uang itu. Atau kalau ibu ketua tidak pakai, anggarannya ke mana, siapa yang pakai dan dipakai untuk apa. Ini harus ada pertanggungjawabannya”, kata warga tersebut.

Ada pun anggaran TP-PKK yang dipersoalkan itu. Pada TA 2017, alokasi anggarannya sebesar Rp8,4 juta. Rinciannya, Rp3,8 juta untuk transportasi, sedangkan 4,6 juta untuk rapat tamu PKK.

Pada TA 2018, alokasi anggarannya
Rp10 juta. Anggaran ini dialokasikan untuk transportasi sebesar Rp900.000,00, pengadaan seragam PKK Rp4,5 juta dan belanja konsumsi tamu PKK Rp4,6 juta.

Baca Juga:  Calon Anggota DPD Martinus Siki Diurapi secara Adat di Uma Metan Manehat Kala Mauk-Malaka

Pada TA 2019, alokasi anggarannya Rp8,45 juta. Anggaran ini dialokasikan untuk Alat Tulis Kantor (ATK) PKK sebesar Rp3,8 juta, konsumsi tamu PKK Rp4,5 juta dan perjalanan dinas PKK Rp450.000,00.

Pada TA 2020, alokasi anggarannta Rp5.663.000,00. Anggaran ini dialokasikan untuk kegiatan tenun sarung fehan fafoit.

Setelah dihitung-hitung, total anggaran untuk program dan kegiatan TP-PKK selama empat tahun anggaran itu sebesar Rp32,5 juta.

Kades Angkaes Leonardus Laka Bauk yang ditemui di Kantor Desa Angkaes, Jumat (19/03/2021), mengakui, ada alokasi anggaran desa untuk PKK dengan jumlah bervariasi seperti yang sudah diurai. Tetapi, dia bilang, TP-PKK yang diketuai istrinya tidak ada kegiatan.

“Ibu sibuk dengan pekerjaannya sebagai PNS sehingga tidak ada kegiatan”, katanya.

Atas alasan itu pula, Kades Leonardus bilang, istrinya tidak bisa melakukan rapat dengan anggota. Sedangkan untuk tamu PKK, biasanya diterima istrinya langsung di rumah.

Saat ditanya soal pemanfaatan dan pertanggungjawaban aliran anggaran yang dialokasikan Pemerintah Desa untuk program dan kegiatan TP-PKK Desa Angkaes, Kades Leonardus tidak bisa menjelaskannya.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar