oleh

Tim Dokter Forensik Polda NTT Otopsi Jenazah Warga TTU Emiliana Sainoin

KEFAMENANU, TIMORline.com-Tim Dokter Forensik Polda NTT yang diketuai dr. Eddy Hasibuan melakukan otopsi terhadap jenazah warga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Emiliana Sainoin, Sabtu (20/03/2021) pukul 14.00 wita.

Tim dokter ini didampingi Tim Satuan Reskrim Polres TTU. Sedangkan keluarga almarhumah didampingi Adrianus Magnus Kobesi, SH dari Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum (PLBH) Timor selaku kuasa hukum keluarga.

Kuasa hukum keluarga Adrianus Magnus Kobesi, SH dalam rilisnya yang diterima redaksi TIMORline.com, Sabtu (20/03/2021) malam ini, menjelaskan, otopsi dilakukan untuk membuktikan penyebab kematian almarhumah, apakah almarhumah meninggal wajar atau tidak wajar.

Sebab, keluarga menduga kuat almarhumah Emiliana Sainoin meninggal tak wajar pada 19 Pebruari 2021.

Keluarga almarhumah menginginkan kasus Emiliana diusut sampai tuntas untuk memastikan almarhumah meninggal dunia secara wajar atau tidak wajar”, tandas Magnus, begitu Adrianus Magnus Kobesi.

Lebih jauh Magnus mengapresiasi langkah Tim Dokter Forensik Polda NTT yang melakukan otopsi terhadap jenazah almarhumah. Sebab, pelaksanaan otopsi berjalan aman, tenang dan penuh haru.

“Hasil otopsi akan disampaikan kepada keluarga setelah diperiksa di Laboratorium Forensik”, kata Magnus.

Saat otopsi, keluarga besar almarhumah yang hadir adalah keluarga Sainoin, Tafuli dan Sunhaki.

Magnus dan keluarga besar almarhumah mengharapkan kasus almarhumah Emiliana cepat terungkap penyebabnya. Sebab, keluarga menduga kematiannya tidak wajar akibat diracun.

Hal racun ini memang sangat meresahkan warga Desa Nifunenas Kecamatan Insana Barat selama ini. Bahkan, selama lima tahun terakhir, sudah banyak warga setempat meninggal dunia diduga kuat akibat diracun.

Almarhumah meninggal dunia pada 19 Pebruari 2021. Dia meninggalkan seorang anak perempuan berumur 16 tahun. Kini menjadi yatim piatu karena ayahnya telah meninggal pada 17 Desember 2019.

Baca Juga:  YKS dan Kedutaan New Zaeland Terapkan Teknologi Kurungan Jaring Apung untuk Kembangkan Rumput Laut di Lembata

Secara kronologis, Emiliana meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu pada 19 Pebruari 2021. Tiga hari sebelumnya, tepatnya 16 Pebruari 2021, Emiliana bersama keluarga membangun fondasi rumah adat dari pukul 8.00-11.30 Wita. Saat itu dia dalam keadaan sehat walafiat.

Sekira pukul 11.30 Wita, Emiliana balik ke rumah. Dia dijemput adik iparnya untuk makan bersama di rumah mertuanya, Petrus Tefa.

Di sana, anggota keluarga yang lain sementara makan bersama. Dia juga makan. Sesudah makan, salah satu ipar memberikan air minum kepada Emiliana.

Tak tunggu lama, setelah meminum air yang diberikan iparnya, Emiliana langsung batuk-batuk dan muntah-muntah. Dia kemudian dilarikan ke RSUD Kefamenanu.

Sejak dibawa keluar dari rumah mertuanya, 16 Pebruari, Emiliana sudah tidak sadarkan diri. Kondisi itu bertahan hingga Emiliana meninggal dunia tiga hari kemudian, 19 Pebruari pukul 13.00 wita.

Untuk memastikan penyebab kematian Emiliana, pihak keluarga membuat LP di Polres TTU pada 26 Pebruari 2021

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar