oleh

Sidang Putusan Akhir Sengketa Pilkada Malaka 2020 di Jakarta, Kota Betun dan Sekitarnya Sepi

BETUN, TIMORline.com-Kota Betun yang merupakan ibukota Kabupaten Malaka dan sekitarnya sepi tepat di saat sidang putusan akhir sengketa Pilkada Malaka 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Kamis (18/03/2021).

Suasana itu terlihat di hampir semua ruas jalan. Baik di sepanjang Jln Raya Malaka dari timur ke barat. Tak terkecuali semua ruas jalan di Kota Betun dan sekitarnya. Baik dari alun-alun Kota Betun ke Harekakae maupun dari pusat Kota Betun ke wilayah pesisir dan dari kawasan kantor bupati Malaka ke wilayah pesisir.

Dalam pantauan TIMORline.com, sepinya suasana Kota Betun ini merupakan respon masyarakat Malaka khususnya warga Kota Betun terhadap imbauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, pimpinan TNI/Polri dan Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malaka untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkait pengumuman Putusan Akhir Sidang Sengketa Pilkada Malaka 2020 di MK.

Untuk mengikuti jalannya Sidang Putusan Akhir Sengketa Pilkada Malaka 2020, warga Kota Betun, misalnya, nonton melalui televisi. Ada juga yang nonton melalui laptop dengan memanfaatkan jaringan channel youtube.

Warga Desa Umakatahan, misalnya, mengikuti sidang MK ini dengan memanfaatkan jaringan channel youtube melalui laptop. Setelah laptop dibuka, mereka duduk berkumpul kemudian meletakkan laptop di depan lalu mengikuti sidang dari awal sampai akhir.

Sambil mengikuti jalannya persidangan, mereka bercerita diselingi tawa canda mengingat kembali keterangan beberapa saksi dalam sidang-sidang sebelumnya.

Warga Desa Umakatahan Kecamatan Malaka Tengah mengikuti jalannya sidang putusan akhir MK sengketa Pilbup Malaka 2020 melalui channel Youtube dengan memanfaatkan laptop, Kamis (18/03/2021) siang. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Petrus Seran, salah satu warga Desa Umakatahan bilang, semua masyarakat Malaka mengikuti sidang sengketa Pilkada Malaka 2020 di MK mulai dari sidang pendahuluan sampai dengan sidang putusan akhir.

“Semua saksikan jalannya persidangan. Sehingga, masyarakat Malaka sudah tahu hasil putusan akhirnya seperti apa. Kalau ingat-ingat sidang sebelumnya, kita jadi lucu. Semua saksi pemohon selalu menjawab hakim tidak tahu”, kata Petrus.

Baca Juga:  Distan NTT Bangun Pabrik Marungga di Desa Ikan Tuanbeis-Malaka

Salah satu pemuda setempat menilai, sebetulnya keterangan para saksi seperti yang terlihat dalam sidang-sidang sebelumnya, memberatkan Paslon Nomor Urut 2 dr Stefanus Bria Seran, MPH dan Wendelinus Taolin selaku Pemohon.

Hingga pukul 14.00 wita, suasana dalam Kota Betun masih sepi. Di semua ruas jalan terlihat lengang.

Dalam sengketa ini, sebagai Pemohon adalah Paslon Nomor Urut 2 dr Stefanus Bria Seran, MPH dan Wendelinus Taolin melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka sebagai Termohon.

Sedangkan Paslon Nomor Urut 1 Dr Simon Nahak, SH, MH dan Lousie Lucky Taolin, SSos sebagai Pihak Terkait.

Dalam Pilkada Malaka 9 Desember 2020, Paslon Nomor Urut 1 Dr. Simon Nahak, SH, MH-Louise Lucky Taolin atau Paket SN-KT meraih 50.890 suara atau 50,49 persen.

Sementara calon bupati petahana, dr Stefanus Bria Seran yang berpasangan dengan Wendelinus Taolin atau Paket SBS-WT memperoleh 49.906 suara atau 49,51 persen.

Perolehan suara kedua paslon ini terpaut sangat tipis, yakni selisih 984 suara. Perolehan suara ini merupakan hasil rekapitulasi dari 395 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 127 desa pada 12 kecamatan di Kabupaten Malaka.

Paket SBS-WT menduga kuat Paket SN-KT melakukan banyak kecurangan. Dugaan itu kemudian dibawa ke MK untuk diproses secara hukum.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar