oleh

2021, Kabupaten Malaka dapat Jatah Jalan Propinsi Sepanjang 7,5 Kilometer Senilai Rp14,1 Miliar

BETUN, TIMORline.com-Kabupaten Malaka, salah satu wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan wilayah negara Timor Leste, dalam Tahun Anggaran (TA) 2021 ini mendapat jatah jalan propinsi sepanjang 7,5 kilometer senilai Rp14,1 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka Yohanes Nahak kepada TIMORline.com melalui saluran telepon selulernya seusai bertemu Kepala Seksi Perencanaan Jalan pada Dinas PUPR Propinsi NTT Ipu Dere, Selasa (16/03/2021) siang.

Kadis Yohanes menjelaskan, jalan propinsi dimaksud terletak di sepanjang jalan perbatasan Kabupaten Belu, tepatnya di Desa Teun Kecamatan Raimanuk, menuju Welaus, tepatnya di Desa Lakekun Utara Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka.

Mengutip hasil pertemuannya dengan Kepala Seksi Perencanaan Jalan pada Dinas PUPR Propinsi NTT Ipu Dere, Kadis Yohanes bilang, saat ini pihak Seksi Perencanaan Jalan pada Dinas PUPR Propinsi NTT sedang melakukan proses lelang.

Tetapi, untuk pelaksanaan, pihak Dinas PUPR Propinsi NTT masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan RI.

“Puji Tuhan, tahun ini kita dapat jatah rehab jalan propinsi sepanjang 7,5 kilometer dengan anggaran sebesar Rp14,1 miliar”, tandas Kadis Yohanes.

Kadis Yohanes kemudian menyebut beberapa titik jalan yang rusak parah saat ini. Beberapa titik jalan yang rusak, misalnya di depan Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Seon Desa Wemeda Kecamatan Malaka Timur, kondisinya sangat memrihatinkan.

Kondisi itu menggugah warga setempat. Sehingga, warga kemudian secara spontan dan swadaya menimbun badan jalan yang rusak.

Pekan lalu, Pastor Paroki Seon Romo Aloysius Kosat, Pr malahan bersama Orang Muda Katolik (OMK) setempat secara swadaya menimbun badan jalan yang terletak di depan Gereja Katolik Paroki Seon.

Baca Juga:  Berdalih Cemarkan Nama Baik di Medsos, Guru SD Laporkan Anak SMA ke Polres TTU

Menurut Kadis Yohanes, sebetulnya ruas jalan sepanjang Teun-Welaus sudah diperbaiki pada TA 2020. Tetapi, bertepatan dengan pandemi Covid-19, pengerjaannya ditunda.

Yang dikerjakan pada TA 2020 hanya jembatan Haroe 2 Welaus. “Untuk rehab jalan, Dinas PUPR Propinsi baru jatahkan 7,5 kilometer. Nanti dikerjakan tahun ini”, tandas Kadis Yohanes.

Saat TIMORline.com melintas di ruas jalan Welaus-Teun menuju Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Selasa (16/03/2021) pagi, terpantau, kondisi badan jalan sepanjang Teun-Welaus rusak parah di titik-titik tertentu. Antara lain di depan Puskesmas Seon dan beberapa titik tak jauh dari sini.

Kerusakan ini diperparah dengan air hujan titipan dari Gunung Mandeu. Selain merusak permukaan jalan, sebuah rumah warga juga nyaris dibawa air. Tak jauh dari sini, air hujan merusak badan jalan dengan cara memotong jalan.

Kondisi serupa terlihat di dekat batas desa Kusa dan Wemeda. Di sini, para pelintas baik kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati. Bila tidak, bisa terpelanting karena badan jalan berlubang-lubang dan licin. Silih lubang besar masuk di lubang kecil atau sebaliknya.

Kondisi kerusakan permukaan jalan terlihat pula tepat di depan Kantor Desa Kusa. Selain rusak, permukaan badan juga mengalami pergeseran. Sehingga, bila ada kendaraan roda empat sampai dengan roda 10 melintas di sini harus antrian panjang.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar