oleh

Bawaslu Lembata Gandeng Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Tata Arsip

LEWOLEBA, TIMORline.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lembata menggandeng  Dinas Kearsipan dan  Perpustakaan setempat menata arsip secara tepat, cepat dan sistematis.

Hal ini dilakukan  dalam kegiatan Penataan Kearsipan yang dilakukan di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Lembata, Rabu (10/03/2021).

Dalam kegiatan ini, pihak Bawaslu menghadirkan narasumber profesional di bidang kearsipan untuk membenahi arsip, mempermudah pengelolaan arsip serta meningkatkan penataan arsip secara tepat, cepat dan sistematis dalam mengelolah arsip Bawaslu Kabupaten Lembata.

Dikutip dari situs resmi  Bawaslu Lembata, Ketua Bawaslu Kabupaten Lembata Paulina Y.B Tokan, SE  dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengharapkan semua  peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik mulai dari penyajian  materi  sampai dengan praktik.

“Kami mengharapakn peserta bisa mendapatkan gambaran yang bisa dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan administrasi, pengelolaan arsip dan pencegahan penyalahgunaan arsip”, tandas Paulina

Kepala Bidang Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata Yulius Jumat, S.Pd, M.Pd  saat mempresentasikan materi kegiatan.

Kepala Bidang Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata Yulius Jumat, SPd, MPd sebagai narasumber, menjelaskan unsur-unsur dalam mendukung pengelolaan arsip mulai dari Tata Naskah Dinas, Klarifikasi Arsip, Jadwal Retensi Arsip, dan Sistem Klasifikasi Keamanan Arsip, Fungsi Kegunaan Arsip dan mengingatkan peserta betapa pentingnya pengelolaan arsip .

Menurut Yulius, penataan arsip di Bawaslu Lembata sangat penting dan perlu dilakukan dengan baik dan benar. Sehingga,  mudah diakses dan bisa digunakan  pengguna yang berhak menggunakannya.

“Penataan arsip yang baik bukan sekedar membuat daftar arsip guna memenuhi penemuan kembali arsip tetapi juga mengolah arsip menjadi informasi yang mencerminkan keberadaan tugas dan fungsi”, jelas Yulius

Anggota Bawaslu Lembata Thomas Febry Bayo Ala, S.IP  dalam sesi diskusi mengakui masih minimnya sarana dan prasarana serta masih terbatasnya media penyimpanan dan minimnya sumber daya manusia (arsiparis). Sehingga, Febry menegaskan,  pengelolaan arsip di lingkungan Bawaslu sangat penting. Sebab,  arsip menjadi  bukti yang otentik ketika ada sengketa pemilu pada tahapan Pilkada.

Baca Juga:  Ile Lewotolok-Lembata  Kembali  Semburkan  Abu 

Febry  juga meminta disediakan pojok pengawasan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata untuk menyimpan koleksi buku pemilu  seperti buletin Bawaslu.

Dinas ini juga diharapkan menyediakan data dan informasi pemilu   sehingga masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah.

Suasana praktik penataan dan pengelolaan arsip Bawaslu Kabupaten Lembata, Rabu (10/03/2021).

Anggota Bawaslu Lambertus Bala Kolin, SSos, MM mengharapkan,  kegiatan penataan arsip ini menjadi bekal penting bagi Bawaslu untuk bisa mengarsipkan Dokumen Bawaslu di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan  Kabupaten Lembata.

Menurut Lambertus, Bawaslu  sebagai  Penyelenggara  Negara  hadir di setiap kabupaten/kota   melakukan pekerjaan-pekerjaan kepemiluan dan hajatan demokrasi.

“Kami mengharapkan semua dokumen Bawaslu yang bersifat kenegaraan bisa diarsipkan di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata. Dokumen ini akan menjadi catatan sejarah pemilu Lembata yang bisa dibaca banyak orang dan menjadi arsip daerah yang tersimpan dengan baik”, demikian Lambert.

Kegitan ini disertai diskusi, tanya jawab dan praktik yang dipandu  Emiliana Deran selaku Kasubag Tata Usaha Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata.

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar