oleh

Warga TTU Emiliana Sainoin Diduga Kuat Meninggal Tak Wajar

KEFAMENANU, TIMORline.com-Emiliana Sainoin (41), warga RT 01/RW 01 Desa Nifunenas Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga kuat meninggal tak wajar. Sebab, dia meninggal didahului dengan batuk-bantuk hingga muntah-muntah setelah menenggak minuman berupa air putih yang diberikan salah satu iparnya.

Keluarga besar menduga kuat Emiliana meninggal karena diracuni. Untuk memastikan dugaan ini, keluarga besar Emiliana sudah membuat Laporan Polisi (LP) di Polres TTU dengan Nomor: LP/63/II/2021/NTT/Res.TTU tertanggal 26 Pebruari 2021.

Untuk mengawal tindak lanjut proses hukum kasus ini, keluarga besar Emiliana telah meminta pendampingan kuasa hukum Adrianus Magnus Kobesi, SH dari Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum (PLBH) Timor.

Magnus selaku kuasa hukum keluarga Emiliana melalui rilisnya yang diterima redaksi TIMORline.com, Rabu (10/03) malam, meminta Polres TTU segera memanggil saksi-saksi termasuk dokter yang mendiagnosa korban untuk mendapatkan keterangan medis yang terang-benderang tentang kematian Emiliana Sainoin.

Magnus juga meminta Polres TTU melakukan otopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian Emiliana.

Menurut Magnus, sejak laporan polisi keluarga korban pada 26 Pebruari 2021 hingga saat ini belum ada kemajuan berarti dalam pemeriksaan para saksi. Sebab, hingga saat ini baru dua saksi yang diperiksa penyidik Polres TTU.

Secara kronologis, Magnus mengisahkan, Emiliana meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu pada 19 Pebruari 2021.

Tiga hari sebelumnya, tepatnya 16 Pebruari 2021, Emiliana bersama keluarga membangun fondasi rumah adat dari pukul 8.00-11.30 Wita. Saat itu dia dalam keadaan sehat walafiat.

Sekira pukul 11.30 Wita, Emiliana balik ke rumah. Dia dijemput adik iparnya untuk makan bersama di rumah mertuanya, Petrus Tefa.

Baca Juga:  Gubernur VBL Serius Urus Stunting di TTU

Di sana, anggota keluarga yang lain sementara makan bersama. Dia juga makan. Sesudah makan, salah satu ipar memberikan air minum kepada Emiliana.

Tak tunggu lama, setelah meminum air yang diberikan iparnya, Emiliana langsung batuk-batuk dan muntah-muntah. Dia kemudian dilarikan ke RSUD Kefamenanu.

Sejak dibawa keluar dari rumah mertuanya, 16 Pebruari, Emiliana sudah tidak sadarkan diri. Kondisi itu bertahan hingga Emiliana meninggal dunia tiga hari kemudian, 19 Pebruari pukul 13.00 wita.

Untuk memastikan penyebab kematian Emiliana, pihak keluarga telah membuat LP di Polres TTU pada 26 Pebruari 2021.

Magnus menyebut kasus kematian Putu Wisang termasuk salah satu kasus kematian yang diduga kuat korban meninggal tidak wajar. Tetapi, hingga saat ini kasusnya belum terungkap secara terang benderang.

Padahal, menurut Magnus, terkait kasus ini pihak Polres TTU telah melakukan otopsi.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar