oleh

1.115 Rumah Warga Kabupaten Malaka Terendam Banjir

BETUN, TIMORline.com-Sedikitnya 1.115 rumah warga Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terendam banjir. Hal ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada Jumat (26/02/2021) malam hingga Sabtu (27/02) pagi.

Kepala Pelaksana Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka Gabriel Seran yang dihubungi media, Selasa (02/03/2021) menjelaskan, curah hujan cukup tinggi yang menyebabkan meluapnya Sungai Benenai mengakibatkan ribuan rumah warga Kabupaten Malaka terendam banjir.

Gabriel menyebutkan, setidaknya wilayah tiga kecamatan dari 12 kecamatan di wilayah ini yang terendam banjir. Di tiga kecamatan itu, delapan desa di antaranya menjadi sasaran banjir. Antara lain Desa Fahiluka, Lawalu, Naimana di Kecamatan Malaka Tengah; Desa Forekmodok, Lamudur dan Wederok di Kecamatan Weliman.

Air banjir menggenangi rumah warga Desa Oan Mane Kecamatan Malaka Barat, sementara binatang peliharaan berkeliaran kian kemari. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kondisi paling parah terdapat di Desa Mota’ain dan Oan Mane Kecamatan Malaka Barat. “Jagung dan padi milik warga rusak berat, terendam banjir,” jelas Gabriel.

Dari pantauan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka pada Senin (01/03/2021), diketahui ada tiga titik yang menjadi penyebab meluapnya Sungai Benenai. Di tiga titik ini bisa dibangun tanggul dan pemasangan bronjong.

Lanjut Gabriel, sebagai instansi yang bertanggungjawab terhadap upaya penanggulangan bencana pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait untuk melakukan penanganan dimana ada dua pendekatan yaitu mencari penyebab dan pembangunan.

Di Desa Oan Mane, kata Gabriel, Pemkab Malaka berencana melakukan pemasangan bronjong sepanjang 400 meter.

Di Desa Mota’ain dan Lawalu, dibangun tanggul darurat sepanjang 600 meter. Sedangkan antara Desa Naimana dan Forekmodok akan dibangun tanggul darurat sepanjang 450 meter.

Salah satu Polindes di Desa Oan Mane yang digenangi air banjir. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

“Untuk proses pengerjaan, dinas teknis sedang melakukan perhitungan sehingga dalam satu dua hari sudah bisa dikerjakan,” demikian Gabriel.

Baca Juga:  Komunitas Anak Muda Mane Feto Bot Syuting Film Budaya Belu

Terpantau, luapan Sungai Benenai ini merendam seribu lebih rumah dan merusak tanaman milik warga.

Ada pula bangunan pemerintah yang tergenang air banjir seperti Polindes di Dusun Busa Belo Desa Oan Mane. Di bagian dalam dan halaman rumah warga dipenuhi lumpur.

Sementara binatang peliharaan seperti babi dan sapi berkeliaran mencari makan. Hal ini menyebabkan aroma tak sedap saat warga melintas.

Maria Shinta Ba, warga Desa Oan Mane mengeluh karena rumah dan kebunnya masih tergenang air.

“Kami hanya duduk di rumah saja. Sebab, sekitar rumah ini banyak yang masih tergenang air. Pak lihat sendiri. Mau ke kebun juga sama saja. Jagung di kebun rata dengan tanah, penuh lumpur,” kata Maria.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar