oleh

Kaos Kreatif Perdana Milenialis Kobalima 2021 Malaka Dilepas ke Publik

BETUN, TIMORline.com-Kaos kreatif perdana Milenialis Kobalima 2021 Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilepas ke publik.

Sebagai produk perdana, jumlahnya tidak seberapa. Apalagi usahanya baru dimulai seminggu.

Ronny Soares, salah satu crue Milenialis Kobalima 2021 yang ditemui di tempat usahanya di Wemasa Desa Litamali Kecamatan Kobalima, Sabtu (27/02/2021) sore, menjelaskan, usaha kreatif ini dirintisnya bersama-sama dengan Ella, Fitri, Dino dan Brando.

Di antara mereka semua, tidak ada satu orang pun yang belajar khusus sablon. Baik melalui lembaga pendidikan formal maupun non formal.

Dua crue Milenialis Kobalima 2021 sedang menyiapkan kaos kreatif perdana bertuliskan: Maaf Yang Mulia Saya Tidak Tahu, untuk diantar ke alamat pelanggan, Sabtu (27/02/2022). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Ella, misalnya, diakui Ronny bisa mengendalikan mesin sablon. Tetapi, Ella sendiri tidak pernah belajar atau mengikuti pendidikan khusus sablon.

“Ella belajar sablon sendiri saat masih kuliah di IKIP Malang”, kata Ronny.

Selain itu, ungkap Ronny, Ella dan kawan-kawan lainnya belajar sendiri melalui internet dan tutorial youtube.

Kaos perdana ini mengusung thema: Maaf Yang Mulia, Saya Tidak Tahu. Thema ini dipilih karena sedang viral di media sosial bersamaan dengan sidang sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi saat ini.

Pilkada Kabupaten Malaka juga termasuk yang bersengketa dan saat ini sedang disidangkan di Mahkamah Konstitusi.

Selama sidang sengketa Pilkada, kata Ronny, thema yang diangkat ini ramai diperguncingkan masyarakat Malaka. Sebab, selain viral di media sosial, masyarakat juga menyaksikan sendiri jalannya persidangan di Mahkamah Konstitusi.

“Inilah yang mendorong kami untuk mengangkat isu ini menjadi thema kaos kreatif perdana Milenial Kobalima 2021”, tandas Ronny.

Untuk mendukung usaha kaos kreatif ini, saat ini Ronny dan kawan-kawan baru punya dua mesin sablon dan satu unit komputer.

“Kita baru punya satu komputer. Dua unit sedang dalam pengiriman dari Jawa ke sini (Kobalima-Malaka, red). Kalau dua komputer ini sudah ada, kita sudah bisa berbagi kerjaan”, tandas Ronny.

Baca Juga:  Bermula dari Lesatnya Rasa Sayur dan Buah Organik

Ronny bilang, meskipun baru satu minggu, publik Malaka mulai membidik kelompok kreatif ini. Sebab, mereka yang tergabung dalam Milenialis Kobalima 2021 ini mulai kebanjiran order.

Ada yang pesan satu lusin dengan thema perdana ini: Maaf Yang Mulia, Saya Tidak Tahu. Untuk awal ini, Ronny dan kawan-kawan yang siapkan material berupa kaos. Berapa harganya, Ronny masih merahasiakan. Yang berminat, silahkan menghubunginya atau crue lain melalui media sosial facebook.

“Kita pesan kaos dari Jawa yang kualitasnya cukup baik. Ke depan, yang pesan bisa bawa kaos sendiri, nanti kita yang desain. Atau sudah desain pun boleh, kita hanya cetak atau sablon”, jelas Ronny.

Di awal ini, Ronny dan kawan-kawan belum bisa sesumbar. Tetapi, mereka punya komitmen yang sama untuk berubah.

“Kita isi waktu kosong yang ada”, demikian Ronny.

Di halaman depan rumah, Ronny dan kawan-kawan berencana untuk membuka distro sekaligus sebagai tempat pajang dan transaksi produk-produk kaos kreatif Milenialis Kobalima 2021.

Saat berbincang dengan Ronny, Ella dan Fitri pamitan untuk antar hasil pesanan orang.

Impiannya mereka adalah menjadi bos melalui usaha kreatif yang dijalankan.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar