oleh

Relawan RTS Center dan YBL Creator Buang Sampah di Hutan Lindung Kateri, Kadis PUPR Malaka Pimpin Satgas Kebersihan Angkut Kembali

BETUN, TIMORline.com-Relawan Roy Tei Seran (RTS) Center dan Yanto Bria Lawalu (YBL) Creator yang melakukan pembersihan sampah di Kota Betun dan membuangnya di Hutan Lindung Kateri Desa Kateri Kecamatan Malaka Tengah pada Sabtu (13/02/2021), diangkut kembali Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka pada Rabu (17/02/2021) siang.

Pengangkutan kembali sampah itu dipimpin langsung Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Malaka Yohanes Nahak. Kadis Yohanes didampingi Kepala Seksi (Kasie) Kebersihan Antonius Taha dan sejumlah wartawan media cetak dan online.

Pengangkutan kembali sampah ini menggunakan dua truk Dinas PUPR Kabupaten Malaka bernomor polisi DH 8000 JM dan DH 8002 JM.

Terpantau, sedikitnya terdapat dua lokasi titik pembuangan sampah di Hutan Lindung Kateri. Dua lokasi ini ketahuan atas petunjuk Acecio Freitas.

Dari Betun, ibukota Kabupaten Malaka, dua titik pembuangan sampah ini jauhnya lima kilometer. Letaknya di tengah hutan jati yang selama ini merupakan Hutan Lindung Suaka Marga Satwa.

Kadis PUPR Kabupaten Malaka Yohanes Nahak saat memimpin langsung pengangkutan kembali sampah dari Hutan Lindung Kateri, Rabu (17/02/2021). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Di sela-sela pengangkutan sampah, Kadis PUPR Kabupaten Malaka Yohanes Nahak menjelaskan, pengangkutan kembali sampah itu sebagai komitmennya atas kesepakatan pihak Dinas PUPR Kabupaten Malaka bersama-sama dengan pihak DPRD Malaka, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malaka, UPT Dinas Kehutanan Propinsi NTT dan Forum Pemuda Peduli Lingkungan Hidup Desa Kateri di Ruang Komisi III DPRD Malaka pada Selasa (16/02/2021).

“Hari ini, sampah ini tidak boleh ada di sini. Harus dibawa keluar dari sini”, tandas Kadis Yohanes berulang-ulang di hadapan wartawan dan belasan Satgas Kebersihan.

Menurut Kadis Yohanes, pilihan untuk mengangkut kembali sampah dari Hutan Lindung itu semata untuk mengembalikan marwah Dinas PUPR Kabupaten Malaka.

Baca Juga:  Lahan RPM Desa Lorotolus Meningkat dari Tahun ke Tahun 

Hanya sampah itu mau dibuang ke mana, Kadis Yohanes belum bisa memastikannya. Baginya, yang penting hari ini, sampah dibawa keluar dari Hutan Lindung Kateri.

“Meskipun orang lain yang buang sampah ini di sini, sebagai kepala dinas saya bertanggungjawab untuk angkut kembali. Sebab, hutan ini adalah hutan lindung, hutan negara”, tandas Kadis Yohanes.

Sampah ini dibuang di Hutan Lindung Kateri pada Sabtu (13/02/2021). Pada pagi harinya, puluhan relawan dari RTS Center dan YBL Creator bersama-sama dengan pihak Polsek Malaka Tengah, Koramil 1605-04/Malaka Tengah dan para tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Betun melakukan pembersihan sampah di Kota Betun.

Sampah yang dibuang para relawan RTS Center dan YBL Creator di salah satu titik di dalam hutan lindung Desa Kateri diangkut kembali, Rabu (17/02/2021). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Sampah itu menumpuk dan berserakan di sejumlah titik di Kota Betun selama beberapa pekan. Kondisi itu menuai banyak protes dari warga. Sebab, sampah yang ada menebarkan bau busuk di seantero kota.

Sampah itulah yang kemudian diangkut dan dibuang ke Hutan Lindung Kateri setelah para relawan RTS Center dan YBL Creator mendapat rekomendasi dari Kepala Bidang Kebersihan Dinas PUPR Kabupaten Malaka Yanuarius Tae.

Hal ini dibenarkan Acecio Freitas. Menurut Acecio, semula Kapolsek Malaka Tengah mengarahkan para relawan RTS Center, YBL Creator, Nakes Puskesmas Betun dan relawan lainnya untuk buang sampah di hutan Wemer. Tetapi, atas rekomendasi Kabid Yanuarius, para relawan itu sepakat untuk buang sampah di hutan lindung Kateri.

Sehingga, menurut Acecio, Kabid Yanuarius pulalah yang merekomendasikan untuk menggunakan mobil Dinas PUPR Kabupaten Malaka buang sampah di hutan lindung Kateri.

Hanya, kata Acecio, sopirnya bukan dari dinas tapi relawan yang tahu bawa mobil, namanya Leon.

Yanuarius Tae yang dihubungi melalui telepon selulernya, tidak aktif.

Baca Juga:  Beberapa Ruang Pasar PLBN Motamasin belum Dimanfaatkan, Reinaldo: Karena Pekerjaan belum Selesai

Saat berita ini diturunkan, dua titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah di kawasan hutan lindung Kateri sudah bersih.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar