oleh

Besok, Advokat Peradi Ali Antonius Dipanggil Kajati NTT Gegara Tanah Aset Pemkab Manggarai Barat

KUPANG, TIMORline.com-Advokat Peradi Kota Kupang Ali Antonius, SH dipanggil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT gegara pengelolaan tanah aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam panggilan itu, Advokat Ali Antonius dijadwalkan menghadap ke Kejati NTT pada Senin, 15 Pebruari 2021.

Dikutip warta-nusantara.com, Advokat Ali Antonius, SH, MH dipanggil Kejati NTT untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan aset tanah milik pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat seluas kurang lebih 30 hektar yang terletak di Kerangan Labuan Bajo.

Ali Antonius diduga dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun saksi dalam perkara tindak pidana korupsi.

Untuk menghadapi masalah ini, 230 Advokat Peradi Kota Kupang siap mendampingi Ali Antonius sebagai kuasa hukum.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Kota Kupang Philipus Fernandez, SH saat ditemui di Kantor Advokat Ali Antonius di Oebufu Kota Kupang, Sabtu (13/02/2021), mengatakan, organisasi advokat yang dipimpinnya siap mendampingi Advokat Ali Antonius dalam pemeriksaan sebagai saksi di Kejati NTT.

Ali Antonius sendiri salah satu Wakil Ketua DPC Peradi Kupang. Ada 230 Anggota Peradi Kota Kupang siap mendampingi Ali Antonius. Awal ini didampingi dulu pengurus inti dengan pertimbangan Covid-19.

Untuk pendampingan, DPC Peradi Kupang telah mendapat kuasa dari Ali Antonius untuk mendampinginya dalam pemeriksaan di Kejati NTT.

“Kami sudah siap mendampingi”, jelas Philipus.

Surat Panggilan kepada Advokat Ali Antonius, SH, MH tertuang dalam Surat Panggilan Nomor SP-112/N.3.5/Fd.1/02/2021 tanggal 11 Februari 2021 untuk menghadap pada Senin, 15 Februari 2021 di Kejati NTT.

Baca Juga:  Puskesmas Penfui-Kota Kupang Adakan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi di SMK Sint Carolus

Deddy R. Ch. Manafe, SH, MHum dari LKBH Fakultas Hukum Undana yang menerima wartawan di kediamannya, Sabtu (13/2/2021), mengatakan, Advokat Ali Antonius, SH, MH sedang melaksanakan perintah UU, yakni UU Advokat.

Mengutip Pasal 50 KUHP, Deddy menjelaskan, jika seseorang sedang menjalankan perintah UU maka tidak dipidana. Ali Antonius itu advokat, sedang menjalankan perintah UU, yakni UU advokat.

Begitu juga Pasal 51 KUHP menyebutkan barang siapa melakukan perbuatan untuk menjalankan perintah jabatan yang diberikan oleh kuasa yang berhak akan itu, tidak boleh dipidana.

Advokat itu sebuah jabatan selaku penegak hukum. Advokat itu penegak hukum yang diatur dalam UU Advokat. Ali Antonius sedang menjalankan perintah jabatan selaku penegak hukum”, kata Deddy.

Deddy mengatakan, para penegak hukum itu sederajat. Baik penyidik, penuntut umum, peradilan dan pemasyarakatan. Fungsinya berbeda-beda tapi saling melengkapi secara terintegrasi.

LKBH FH Undana juga merupakan salah satu lembaga yang mendapat kuasa dari Ali Antonius dalam pendampingan dan penanganan masalahnya.

Pendampingan tersebut tertuang dalam Surat Kuasa Khusus Nomor: SKK.01/LKBH.FH-Undana/II/2021 antara lain Husni Kusuma Dinata, SH, MH, Deddy R. Ch Manafe, SH, MHum, Dr. Detji K E. Rooseveld Nuban, SH, MHum, Yossie M. Y Jacob, SH., MHum dan Rizal Simon Thene, SH, MHum selaku penerima kuasa.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: warta-nusantara.com

Komentar