oleh

Misionaris Pater Paulus Gootee SVD Meninggal, Punya Wasiat Minta Dimakamkan di Amerika secara Adat Timor

Catatan: Pater Matheus Bitin Ro, SVD

UMAT atau masyarakat Timor pasti sangat familiar dengan misionaris yang satu ini. Betapa tidak? Dia mengabdikan dirinya selama 55 tahun di sana dan menggagas berbagai karya pelayanan yang sangat bermanfaat bagi umat dan masyarakat di Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu sumbangan berharganya dalam dunia pendidikan non formal adalah  Lembaga Pendidikan SPD (Sekolah Pertukangan Desa) pertama kali di Maubesi, dan selanjutnya diikuti paroki-paroki lain.

Pater Paul Gootee SVD, adalah imam kelahiran  Loogootee, Evansville, Indiana, Amerika Serikat, 1927. Ia ditahbiskan Imam pada 1955.

Ia kembali ke tanah airnya Amerika Serikat pada 2011, dan beristirahat di rumah jompo SVD di Techny. Ia meninggal pada Rabu,10 Pebruari 2021.

Sebelum meninggal, Pater Paul diketahui punya wasiat untuk dimakamkan di Amerika Serikat secara adat Timor.

Pater Matheus Bitin Ro, SVD, misionaris Timor yang saat ini bermisi di Amerika Serikat di kampung halaman Pater Paul punya catatan sekilas tentang Pater Paul sebagaimana dikutip media online tempusdei.id

Pater Matheus memiliki catatan seperti itu karena dia selalu berkomunikasi dengan Pater Paul. Tentu saja pertemuan dan komunikasi dengan Pater Matheus merupakan penawar rindu baginya terhadap orang Timor.

Berikut catatan Pater Matheus :

Pada suatu sore di awal Desember 2020 tepatnya pada 3 Desember, saya bersua muka dengan beliau di kamarnya. Pater Gootee kelihatan  begitu senang. Itu terlihat dari pancaran senyum di wajah yang sudah keriput termakan usia ke-93. Ya, hari itu, kami baru selesai merayakan ulang tahunnya yang ke-93 dengan sebuah kue kesukaannya, red velvet dan sebuah balon bertuliskan angka 93.

Saat berada di kamarnya sore hari itu, saya membacakan padanya begitu banyak pesan-pesan FB dan WA yang dikirimkan mereka yang masih mengingat baik sosok misonaris tanah Timor ini. Pater Gootee begitu senang mendengarkan semua ucapan selamat ulang tahun itu yang menggoda dia melontarkan beberapa kata bahasa Indonesia dan Dawan.

Di sela percakapan kami berdua itu, tiba-tiba terdengar gurauannya  “This might my last one” yang berarti, “mungkin ini yang terakhir”. Saya tersentak dan memandang Pater Gootee yang sedang bicara dengan senyumannya yang begitu khas. 

Saya sempat membalas gurauannya: “you never know, you might to be hundred” (Anda tidak pernah tahu, Anda mungkin hidup sampai 100). Lalu kami tertawa bersama.

Saya tidak pernah menduga bahwa ungkapan Pater Gootee pada sore itu adalah suatu ungkapan terakhir dari hati seorang misionaris yang selalu tahu dan selalu siap untuk dipanggil kembali ke rumah Bapa.

Ungkapan “Mungkin ini ulang tahunku yang terakhir” menjadi kenyataan pada Rabu 10 Pebruari 2021 di mana Pater sudah siap dengan kedua tangannya terlentang terbuka di samping tubuhnya.

Rohnya telah kembali kepada yang Empunya di Surga. Pater Gootee menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 06.30 pagi di rumah jompo SVD di Kota Techny Illinois, 40-an Km di luar Kota Chicago, USA.

Minta Dikuburkan dalam Tata Cara Adat Timor
Ketika mengatur kamarnya hari ini, kami menemukan satu tulisan wasiat dari Pater Gootee dalam Bahasa Inggris:  SVD priest working in USA from Western Timor, Indonesia. Request the to bury me as they bury their own father (kepada para imam SVD yang berkarya di Amerika yang berasal dari Timor Barat, Indonesia, saya minta supaya mereka menguburkan saya selayaknya saat mereka menguburkan bapak mereka sendiri.

Di dalam lembaran tulisan lain, Pater Gootee meminta supaya bila mungkin dia dikuburkan dengan tata cara penguburan orang Timor.

Ini kesaksian tentang hati seorang misonaris yang sederhana, rendah hati, bertekun dalam misi dan sangat prihatin dengan orang yang sakit dan miskin, seorang gembala yang menyatu dengan umatnya.

Baca Juga:  Satgas Yonif 741 Latih Garuda Muda di Perbatasan Timor

Hati Pater Gootee telah menyatu dengan tanah Timor, terlebih wilayah TTU tempat ia bermisi selama 55 tahun.

Perayaan Misa Pemakaman akan diadakan pada 23 Pebruari 2021 pada jam 09 pagi waktu Chicago atau jam 11 malam waktu Indonesia Tengah dan disiarkan live streaming lewat youtube. Link akan kami posting beberapa hari sebelumnya.

Mari kita berdoa bersama, semoga Pater Paul Gootee beristirahat dalam kedamaian Tuhan. Pater Gootee, ulang tahunmu di dunia ini memang berakhir, tetapi kelahiranmu dalam hidup yang kekal telah dimulai. Sampai berjumpa lagi di sana.

Techny Illiois di pengujung malam 10 Februari 2021. (*)

Komentar