oleh

Mentan RI Kunjungi Perbatasan Timor, Tinjau Food Estate Rotiklot

ATAMBUA, TIMORline.com-Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) H. Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja di Perbatasan Timor, tepatnya di Kabupaten Belu, wilayah Indonesia di bagian timur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Kedatangan Mentan dan rombongan di wilayah ini untuk meninjau lahan pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Nasional, yaitu Food Estate Rotiklot atau Lumbung Pangan baru yang berlokasi di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak.

Saat tiba di lokasi, Mentan dan rombongan disambut dengan sapaan adat diiringi Tarian Likurai menuju tenda tempat acara berlangsung. Sebelum memasuki tempat kegiatan, menteri dan rombongan melakukan cuci tangan dan ukur suhu tubuh yang dilakukan dua petugas tenaga kesehatan.

Mentan Syahrul mengawali sambutannya dengan mengucapkan rasa syukur karena bisa berkunjung ke Kabupaten Belu khususnya di lokasi pengembangan Food Estate Rotiklot.

“Ini adalah rahmat Tuhan untuk saya bisa berada di tempat ini. Kita ubah yuk, kita gantikan dengan yang lebih bagus’’, ujar Menteri sambil menatap dan menunjuk jarinya ke arah sawah yang tidak diolah.

Mentan Syahrul juga mengajak Dandim 1605/Belu, Danyon, Kapolres Belu dan Wakil Bupati Belu untuk bekerjasama dalam mendukung lokasi pengembangan food estate Rotiklot tersebut.

Mentan RI Syahrul Yasin Limpo saat meninjau lokasi lahan persawahan warga Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak, Kamis (11/02/2021).

Dikatakan, pekerjaan bertani dapat dimaknai sebagai perintah Tuhan dan amanah Tuhan. Tuhan memberikan amanah kepada umatnya agar bekerja untuk mempersiapkan makan bagi orang lain dan tidak boleh makan sendiri.

“Pekerjaan bertani itu adalah Perintah Tuhan. Apa pun agamanya kita diberi amanah oleh Tuhan untuk mempersiapkan makan bagi orang lain dan kamu gak boleh makan sendiri”, kata menteri yang mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2 periode ini.

Baca Juga:  Warga Perbatasan Timor Minta Bantuan Pengobatan dari Pos Oepoli

Menurut Mentan Syahrul, untuk menjalankan aktivitas pertanian sebagai perintah Tuhan maka hasil pertanian dari Kabupaten Belu tidak hanya untuk masyarakat Belu, tetapi juga dapat dibagi ke tetangga yang lain kerena itu adalah perintah Tuhan.

Mentan RI Syahrul Yasin Limpo dan rombongan diterima secara adat di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak, Kamis (11/02/2021).

Wakil Bupati Belu J. T. Ose Luan berterimakasih kepada Mentan Syahrul dan rombongan yang sudah datang ke Kabupaten Belu khususnya di lokasi pengembangan food estate Rotiklot tersebut.

“Masyarakat Kabupaten Belu sangat senang mendapat kunjungan dari Menteri Pertanian karena hampir sebagian besar penduduk mempunyai mata pencaharian sebagai petani”, kata Wabup Ose.

Wabup Ose juga menyampaikan terimakasih atas bantuan bibit padi yang diberikan Menteri Pertanian serta ucapan terimakasih atas keinginan Menteri Pertanian dalam memberikan bantuan hand tractor di waktu yang akan datang.

Wabup yang mantan Sekda Belu itu berharap kehadiran Mentan Syahrul di lokasi pengembangan food estate Rotiklot ini bermanfaat dan bermakna bagi pemerintah dan masyarakat.

Usai memberikan sambutan dan berdialog dengan masyarakat, Mentan Syahrul menyerahkan secara langsung bantuan bibit padi kepada perwakilan petani di lokasi pengembangan Food Estate Rotiklot, Desa Fatuketi.

Kedatangan Mentan Syahrul di Perbatasan Timor, wilayah NTT yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste ini didampingi sejumlah Dirjen. Antara lain Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi, MSi, Dirjen Perkebunan Ir. Kasdi Subagyono, MSc, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Ir. Nasrullah, MSc, Kepala Barantan Dr. Ali Jamil, MP, Pdb, Staf khusus Mentan Bidang Kebijakan Prof. Dr. Ir. Imam Mujahid Fahmid, MT, Dev, Direktur Pupuk dan Pestisida Muhamad Hatta.

Saat tiba di Bandara A.A. Bere Tallo Atambua, Menteri dan rombongan disambut baik Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan. Selanjutnya, rombongan menuju Lokasi Food Estate Rotiklot di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak.

Baca Juga:  Perlukah Mewaspadai WNA di Perbatasan Timor?

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar