oleh

Komunitas Anak Muda Mane Feto Bot Syuting Film Budaya Belu

ATAMBUA, TIMORline.com-Komunitas Anak Belu yang tergabung dalam Komunitas Anak Muda Mane Feto Bot melakukan syuting film di Rumah adat Motaulun Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Syuting film ini untuk mengikuti Lomba Film di Tingkat Nasional yang mengangkat budaya lokal dari Kabupaten Belu.

Roni Wake selaku Produser Film mengatakan, sebagai generasi muda Kabupaten Belu terpanggil untuk mengikuti dan membawa nama Kabupaten Belu diajang perlombaan tingkat nasional.

“Kita generasi muda Kabupaten Belu mengangkat kehidupan budaya lokal Kabupaten Belu di masa lampau untuk diketahui generasi muda lainnya”, kata Roni sebagaimana diunggah di laman Dinas Kominfo Kabupaten Belu, Rabu (10/02/2021).

Feto Bot Kabupaten Belu sedang menenun.

Dedi Kala selaku Sutradara mengatakan, pembuatan film dengan lokasi pengambilan gambar film selain syuting di rumah adat, ada juga beberapa lokasi objek wisata yang ada di Kabupaten Belu.

Selain itu film ini juga menceritakan tentang tenun ikat, salah satu warisan budaya Belu.

“Kita angkat dalam film ini salah satu bagiannya adalah tentang tenun ikat. Sebab, sesuai informasi yang kita peroleh dari beberapa sumber sebelum pembuatan film bahwa pada zaman dahulu perempuan-perempuan Belu harus bisa tenun sebelum menikah,” jelas Dedi.

Penyutingan film ini juga dilakukan di objek wisata Fulan Fehan dan rumah adat Matabesi. Direncanakan, pada akhir Februari 2021 ini sudah rampung dan dikirim ke tingkat nasional untuk mengikuti perlombaan”, kata Dedi.

Lebih jauh Dedi berpesan kepada generasi muda melalui film ini agar generasi muda tidak melupakan Budaya Kabupaten Belu khususnya tenun ikat meskipun sudah berpendidikan tinggi.

Film tentang Budaya Belu dapat disaksikan pada Maret mendatang di link media sosial yang akan dishare Dinas Kominfo Kabupaten Belu.

Baca Juga:  Cendikiawan Malaka Deklarasikan Komunitas PANTAS

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar