oleh

Dialog ‘Rahasia’ Benyamin Mali Michael dengan Anaknya tentang RAJA

SEBUAH coretan tangan Benyamim Mali Michael diunggah di media sosial facebook, Rabu 10 Pebruari 2021. Diksi RAJA menjadi fokus obrolan Benyamin dengan anaknya. Saat tidur malam. Diksi ini sekaligus menjadi judul status yang dibuatnya.

Narasinya sangat interaktif. Komunikatif pula. Tapi, keduanya serius sebagaimana komunikasi bapak-anak. Benyamin selaku bapak terkesan kikuk. Pertanyaan anak mengalir bagaikan air. Sangat menginspirasi.

Begini dialog tersebut:

Malam ini,
Aku dibuat bodoh oleh anakku
Dia bertanya soal RAJA
Banyaknya dan macamnya!
“Pak, ada berapa banyak dan berapa macam RAJA?”
Tampaknya ada sesuatu yang ingin dia tahu
Dalam kebingunganku, kujawab dia sedapatnya.

Soal jumlah. bapa tak tahu persis
karena setiap daerah punya rajanya.
Ada Raja Jogya,
Ada Raja Surakarta
Ada Raja Cirebon
Ada Raja Tarumanegara
Ada Raja Wehali
Ada Raja Rabasa
Ada Raja Amanatun
Ada Raja Kupang
Ada Raja Larantuka
Ada Raja Sikka
Pokoknya ada buuaannyyaakk sekali!

Soal macam…waduh!
Ada macam-macamlah:
Ada RAJA, ada raja-rajaan
Ada raja asli, ada raja tidak asli
Ada raja tulen, ada raja palsu
Ada raja orisinil, ada raja imitasi
Ada raja beneran, ada raja bohongan

Senang luarbiasa bila mereka disapa BAPA:
BAPA RAJA!
Bagi yang orisinil, sapaan itu dianggap biasa-biasa saja
Bagi yang raja-rajaan, palsu, imitasi, dan bohongan
Bila disapa BAPA RAJA
HAPPY-nya selangit
EXTRAORDINARY!

“Mungkin masih ada macam yang lain lagi, pak?” tanya anakku
“Untuk apa nanya macam-macam raja itu?” tanyaku kesal
“Sekedar mau tahu saja, pak!” jawabnya
“Baiklah, seingat bapa ada lagi macam raja berikut,” jawabku

Dalam hidup sehari-hari, kita kenal:
Ada raja minyak, ada raja air
Ada raja emas, ada raja perak
Ada raja jalan, ada raja jalanan
Ada raja judi, ada raja taruhan
Ada raja singa, ada raja harimau
Ada raja media, ada raja pers
Ada raja tinju, ada raja tawuran
Ada raja sopi, ada raja mabok

“Banyak juga macam rajanya, pak” kata anakku
“Itulah kenyataan dalam dunia fana ini,” jawabku
Tak usah engkau menjadi salah satu dari mereka…
Tak usah juga engkau menjadi RAJA,” kataku
“Kenapa, pak?”
“Bukankah dengan menjadi RAJA, aku jadi PENGUASA” kata anakku
“TIDAK! Tidak baiklah menjadi RAJA,” jawabku
“Kenapa, pak,” tanya anakku lagi
RAJA itu artinya RAKUS,” jawabku
“RAKUS apa?” tanyanya lagi
“RAkus JAbatan” jawabku

“Orang yang RAkus JAbatan itu
EGOIS, CUEK, AROGAN
Ber-AGAMA tapi tidak ber-IMAN
Di mulutnya ada TUHAN
Di hatinya ada MAMON
Sesembahannya bukan TUHAN
Tetapi UANG, HARTA, dan KEKUASAAN
Dalam benaknya, hanya ada satu pertanyaan:
Bagaimana uang, harta, dan kekuasaanku bertambah
Semakin banyak dan semakin kuat
Untuk anak-cucu tujuh turunan?”

”Dalam HATI dan PIKIRANnya:
Hanya dia yang pantas, orang lain tidak pantas
Hanya dia yang mampu, orang lain tidak mampu
Hanya dia yang pintar, orang lain bodoh
Hanya dia yang cerdas, orang lain idiot” jawabku

“Itulah sebabnya tak usah kau menjadi RAJA
Jadilah orang BIASA yang hidup halal dan sewajarnya
Hidup dari jari-jemari tanganmu dan hasil keringatmu
Syukurilah apa yang ada padamu penuh pasrah diri tanpa gerutu
Dengan begitu engkau menyenangkan Tuhan
Dan membahagiakan banyak orang
Baik yang sekandung maupun tidak sekandung,” begitu nasihatku

Anakku tenggelam dalam keheningan
Merenungi semua yang kukatakan
Lalu tanpa banyak bicara
Ia masuk ke kamarnya
Lalu tidur
Kudoakan anakku sebelum tidur
Semoga Roh Kudus selalu bertahta dalam hatinya.

Shalom
Jakarta, Rabu, 10 Februari 2021
@Benyamin Mali
Kletek Asli tanpa Campursari

Baca Juga:  Wawancara Eksklusif Imajiner Benyamin Mali Michael dengan Anaknya di Negeri Antahberantah

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar