oleh

Ferdinand Pandie Sakit Gula Darah Tujuh Tahun Nyaris Masuk Ruang Isolasi Covid-19 RSUPP Betun

BETUN, TIMORline.com-Ferdinand Pandie, warga Dusun Halioan RT 03/RW 01 Desa Barene Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diinformasikan sudah sakit gula darah tujuh tahun. Untuk pengobatannya, Ferdinand dibantu keluarga melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun.

Hal itu pula yang dilakukan keluarga Ferdinand pada Kamis (14/01/2021) sekira pukul 10.00 wita. Hari itu, Ferdinand dibawa dua anak kandungnya ke RSUPP Betun untuk melakukan pemeriksaan. Sebab, malam sebelumnya, Ferdinand diketahui sedikit tidak nyaman tidur.

John Pandie, salah satu anak kandung Ferdinand, kepada media di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Kamis (21/01/2021), menjelaskan, sesuai hasil pemeriksaan laboratotium RSUPP Betun, ayahnya Ferdinand non reaktif Covid-19. Tetapi, petugas medis rumah sakit tersebut menginginkan Ferdinand menjalani perawatan di Ruang Isolasi Covid-19. Tetapi, keinginan petugas medis ditolak keluarga termasuk John selaku anak kandung.

Mengutip hasil pemeriksaan labotarium RSUPP Betun, John mengungkapkan, pemeriksaan petugas dan dokter penanggungjawab laboratorium hasilnya terkesan reaktif tetapi nilai rujukannya non reaktif. Sehingga, hasil test tidak dapat menunjukkan diagnosis infeksi Covid-19.

Sebaliknya, hasil reaktif dapat terjadi pada kondisi terinfeksi/pernah terpapar SARS Cov-2 dan reaksi ulang dengan antibodi coronavirus/virus lain.

Atas hasil pemeriksaan itu, sebut John, petugas pemeriksa dan dokter penanggungjawab laboratoium menyarankan kepada Ferdinand untuk lanjutkan dengan pemeriksaan konfirmasi PCR dan selalu jaga jarak, isolasi mandiri dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Hasil pemeriksaan laboratorium bapak saya jelas, yakni tidak dapat menunjukkan diagnosis infeksi Covid-19. Saran dokter juga jelas, lanjutkan dengan pemeriksaan konfirmasi Covid-19, isolasi mandiri dan PHBS. Yang disayangkan, petugas medis malahan desak bapak masuk di Ruang Isolasi Covid-19. Tetapi, kita menolak, kita tidak mau. Kita bawa pulang bapak. Jadi, bapak nyaris masuk ruang isolasi Covid-19”, tandas John.

Baca Juga:  Pemkab Belu Raih Predikat WTP

Sesuai hasil pemeriksaan laboratorium dan catatan dokter untuk lanjutkan pemeriksaan konfirmasi Covid-19, John membawa ayahnya ke Klinik Royal Medika Betun pada Kamis (21/01/2021) untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Dalam pemeriksaan lanjutan ini, dr Yohanes Rivandy Simu memberi keterangan Non Reaktif (Terhadap Rapid Test Swab Antigen SARS-CoV2).

Ferdinand sendiri mengaku sudah sakit gula darah tujuh tahun. “Selama ini saya tidak jalan jauh ke mana-mana. Saya hanya dari rumah ke kebun. Tiap hari begitu terus. Datang periksa rutin di rumah sakit malahan divonis reaktif Covid-19 dan disuruh masuk ruang isolasi Covid-19. Saya tidak mau karena saya tahu saya tidak kena corona. Saya sakit gula”, tandas Ferdinand.

Meskipun nyaris masuk ruang isolasi Covid-19 RSUPP Betun, Ferdinand tampak sangat percaya diri. Dia kelihatan segar dan penuh senyum saat bincang-bincang dengan awak media.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar