oleh

PLBH Timor Pertanyakan Progres Penanganan Kasus Kematian Edita Wisang di Polres TTU

KEFAMENANU, TIMORline.com-Adrianus Magnus Kobesi, SH dari Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum (PLBH) Timor mempertanyakan progres penanganan kasus kematian Edita Dorotea Putu Wisang di Polres Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Magnus menyampaikan hal itu kepada TIMORline.com selaku kuasa hukum keluarga Edita Wisang di Kefamenanu, Minggu (10/01/2020) malam.

“Edita meninggal secara tidak wajar pada 22 Juni 2020 sekira pukul 01.30 wita dini hari. Tetapi, hingga saat ini belum ada progres penanganannya dari Polres TTU”, kata Magnus.

Magnus menduga pihak Polres TTU mendiamkan kasus kematian Edita sejak laporan keluarga ke Polres TTU pada 26 Juni 2020. Padahal, terhadap kasus ini pihak Polres TTU telah memanggil Yohanes de Brito Kefi.

Yohanes Kefi diduga kuat sebagai orang yang intens melakukan percakapan dengan korban melalui telpon pada hari-hari terakhir kematian korban. Bukti percakapan itu malahan telah diamankan pihak Polres TTU. Hasil Ultrasonografi (USG) pun telah diamankan pihak Polres TTU. Bahkan pada 8 Juli 2020 telah dilakukan otopsi atas permintaan keluarga di rumah almarhumah di Jln. Cendana Kampung Baru Kelurahan Aplasi Kecamatan Kota Kefamenanu.

Hasil Otopsi juga telah dikantongi Polres TTU. Selain Otopsi, juga telah diambil sampel darah untuk DNA yang hingga kini masih terus dipertanyakan. Otopsi ini dipimpin Pol. Dr. dr. Sumi Hastry dari Mabes Polri.

Berdasarkan bukti-buktu itu, Magnus meminta empat hal ini kepada Polri, yaitu:
1. Mohon Polres TTU serius menangani kasus kematian Putu Wisang;
2. Minta dokter forensik Mabes Polri untuk memberikan keterangan tentang hasil pemeriksaan DNA atau dihadirkan untuk memberikan penjelasan medis bagi keluarga Putu Wisang;
3. Mendesak Polres TTU untuk segera meningkatkan tahap pemeriksaan kasus kematian Putu Wisang;
4.Meminta Polda NTT untuk turut memberikan atensi terhadap kasus pidana di TTU.

Baca Juga:  Warga TTU Serahkan Granat Tangan kepada Satgas Yonmek 741

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar